AIESEC Unila Cetak "Food Heroes" di SD Al-Kautsar: Edukasi Kurangi Food Waste Melalui Kreativitas
INDOZONE.ID - Organisasi mahasiswa AIESEC, Universitas Lampung (Unila), mengedukasi generasi muda melalui program bertajuk "Food Heroes".
Inisiatif ini adalah hasil kerja sama antara AIESEC dan Electrolux Food Foundation serta World Association of Chefs’ Societies untuk menumbuhkan kesadaran tentang pengelolaan pangan sejak dini.
Baca juga: UI Jalin Kerja Sama dengan ISNAD Foudation untuk Buka Akses Pendidikan Masyarakat Palestina
Kegiatan berlangsung pada 28 November 2025, dan menyasar 150 siswa kelas 6 di Sekolah Dasar (SD) Al-Kautsar, Bandar Lampung.
Selama satu jam, para peserta didampingi oleh sepuluh fasilitator tersertifikasi untuk memahami materi mengenai pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dalam acara tersebut, para siswa dijelaskan mengenai tantangan sistem pangan modern yang menyebabkan meningkatnya volume sampah makanan (food waste).
Masalah ini menjadi serius karena sisa makanan yang menumpuk dapat menghasilkan emisi gas yang berdampak buruk bagi lingkungan.
Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan BioKertas Ramah Lingkungan, Berbahan Ampas Tebu dan Sabut Kelapa
Para fasilitator juga mengajak siswa berdiskusi tentang kebiasaan makan harian mereka, serta memberikan tips agar lebih bijak mengurangi sampah makanan dan tidak menyisakannya.
Ketika sesi praktik dimulai, para siswa diminta untuk menggambar menu sarapan mereka dan mempresentasikan bagaimana cara mengonsumsi makanan yang bijak di depan kelas.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendorong semangat siswa agar dapat menjadi agen perubahan, dan dapat menciptakan pola konsumsi makanan yang bertanggungjawab.
Para siswa juga memberikan respon yang baik dan merasa antusias selama kegiatan berlangsung.
Najwa Raqiqa Sabrina, salah satu fasilitator, mengungkapkan bahwa para siswa terlihat aktif melalui kegiatan menggambar.
“Waktu mereka menggambar, hasilnya banyak yang bagus dan kreatif. Di akhir acara, momen yang paling berkesan itu pas mereka menuangkan janji versi mereka sendiri lewat gambar, janji untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan kedepannya,” paparnya.
Sementara itu, Asyh Puja Asyifa selaku fasilitator dan MC menambahkan bahwa cara mengajar yang menyenangkan membuat materi yang cukup berat menjadi lebih mudah diserap oleh anak-anak.
Melalui gerakan ini, AIESEC in Unila berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Baca juga: Materi, Jumlah Soal, dan Durasi UTBK-SNBT 2026: Panduan Lengkap Buat Calon Mahasiswa PTN
Dengan memulai langkah kecil yang konsisten, generasi muda diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila.ac.id