Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 17:45 WIB

Mahasiswa Wajib Tahu: Lebih Penting Organisasi atau Akademik?

Author

Ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi (Freepik)

INDOZONE.ID - Sebagai mahasiswa, kamu pasti sering banget dengar pertanyaan klasik, “Mana yang lebih penting, fokus kuliah atau aktif di organisasi kampus?” Saking seringnya, pertanyaan ini bisa bikin galau tingkat dewa. Ada yang bilang fokus ke kuliah dulu biar IPK cumlaude, ada juga yang bilang organisasi itu investasi masa depan, bagus buat pengalaman dan skill di CV saat melamar kerja. Tapi sebenarnya, ini bukan soal memilih salah satu, melainkan bagaimana kamu bisa menyeimbangkan keduanya dengan bijak.

Akademik: Ibarat Fondasi Rumah Kamu

Kuliah sebenarnya adalah alasan utama kamu duduk di bangku mahasiswa. Nilai, IPK, dan kemampuan akademik menjadi fondasi untuk karier atau lanjut studi nanti. Kalau fondasi akademik goyah, fokus ke masa depan juga bisa ikut goyah.

Kalau bicara soal “goals klasik” mahasiswa, IPK tinggi sering jadi tiket untuk:

  • Beasiswa
  • Peluang magang
  • Lanjut studi
  • Dilirik HR saat mencari kerja

Namun, jangan salah kaprah dengan anggapan bahwa ikut organisasi pasti mengganggu nilai. Penelitian justru menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi tidak selalu mengalami penurunan prestasi akademik. Bahkan, keterlibatan ini sering membuat tujuan belajar lebih jelas dan rasa puas terhadap perkuliahan meningkat.

Jadi, jangan terjebak pada pemikiran bahwa kuliah harus 100 persen fokus akademik dan organisasi hanya mengganggu. Tidak selalu begitu.

Baca juga: Inilah 7 Keuntungan Menulis Skripsi bagi Mahasiswa, Bukan Sekadar Tugas Akhir

Organisasi: Bukan Sekadar Aktivitas di Luar Kelas

Organisasi kampus bukan cuma tempat nongkrong atau bikin acara seru-seruan se-kampus. Kegiatan ini bisa menjadi wadah latihan soft skill yang jarang diberikan di dalam kelas.

Jika kamu aktif di unit kegiatan mahasiswa atau klub yang sesuai dengan passion, kamu akan belajar:

  • Komunikasi efektif
  • Leadership dan teamwork
  • Manajemen waktu
  • Networking dan koneksi profesional

Saat bergabung dalam organisasi, kamu otomatis berada di lingkungan yang mendorong kerja sama dengan orang dari berbagai latar belakang, mengatur acara, hingga mengambil keputusan penting. Skill seperti ini sering menjadi hal yang dicari perusahaan, bahkan lebih dari sekadar IPK tinggi.

Tak hanya itu, riset internasional juga mencatat bahwa keterlibatan mahasiswa di luar kelas cenderung membawa dampak positif bagi pengalaman kuliah secara keseluruhan. Mulai dari rasa memiliki tujuan, keterampilan sosial, hingga kesiapan beradaptasi di dunia kerja nyata.

Tantangan “Organisasi vs Akademik”

Ilustrasi mahasiswa (Freepik)

Tentu saja, organisasi tidak selalu berjalan tanpa risiko. Beberapa masalah umum yang sering muncul antara organisasi dan kuliah antara lain:

  • Waktu yang keteteran, sehingga tugas kuliah tertunda
  • Stres akibat deadline ganda antara tugas kampus dan kegiatan organisasi
  • Prioritas yang tidak jelas, yang akhirnya membuat keduanya berjalan setengah-setengah

Namun, tantangan ini bukan berarti kamu harus memilih salah satunya. Justru dari sini kamu belajar manajemen waktu yang sesungguhnya, sebuah skill penting untuk masa depan.

Kunci: Bukan Pilih Salah Satu, tapi Seimbang
Jadi, kalau kamu bertanya, “Lebih penting organisasi atau akademik?”, jawabannya tidak hitam-putih. Tujuan utama kamu sebagai mahasiswa adalah menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia nyata, bukan hanya juara kelas dengan IPK cumlaude.

Baca juga: 6 Strategi Ampuh Mahasiswa untuk Meraih Nilai A Sejak Awal Semester

Beberapa prinsip yang bisa kamu pegang:

  • Tentukan prioritas utama. Kuliah tetap menjadi fokus karena nilai akademik adalah dasar peluang lanjutan, seperti kerja atau beasiswa.
  • Manajemen waktu adalah superpower. Atur jadwal jauh sebelum deadline menumpuk. Gunakan metode time blocking atau kalender digital agar lebih rapi.
  • Pilih organisasi yang sejalan dengan tujuan. Jika ingin menjadi entrepreneur atau public speaker, pilih organisasi yang mendukung arah tersebut.
  • Jaga kesehatan mental. Keseimbangan bukan hanya soal akademik dan organisasi, tetapi juga istirahat, relasi, dan self-care.

Intinya, akademik penting untuk membangun pondasi intelektual, sementara organisasi penting untuk mengasah skill interpersonal dan pengalaman nyata selama kuliah yang kelak berguna di dunia kerja. Keduanya bukan lawan, melainkan duo power yang bisa membuat pengalaman kuliah kamu lebih berkualitas.

Jika kamu mampu menyeimbangkannya dengan perencanaan yang cerdas dan prioritas yang jelas, bukan hanya IPK cemerlang yang kamu dapatkan, tetapi juga pengalaman berharga untuk menghadapi masa depan yang penuh persaingan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sciencedirect.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU