Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 18:26 WIB

Tak Bisa Bantu Gaza secara Langsung, Lulusan Unila Asal Palestina Ini Pilih Mengabdi untuk Saudara di Sumatra

Author

Raed Arada memberikan bantuan untuk korban banjir di Sumatra (unila.ac.id)

INDOZONE.ID - Raed Arada, seorang lulusan Universitas Lampung (Unila) yang berasal dari Palestina, menunjukkan kepedulian dengan terjun langsung membantu korban banjir di wilayah Sumatra.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan selama lima hari, mulai dari 3 hingga 7 Desember 2025, di titik-titik yang terdampak bencana paling parah.

Baca juga: UNDIP Terapkan Teknologi Pengolahan Air Minum Portabel untuk Warga Terdampak Banjir di Sumatera Barat

Raed, yang baru saja menyelesaikan studi S2 di Universitas Indonesia, merasa memiliki ikatan emosional dengan para korban. Sebab, ia pernah merasakan pedihnya kehilangan rumah.

Motivasi utamanya muncul dari rasa empati terhadap situasi di tanah kelahirannya, Gaza. Karena keterbatasan keadaan, Raed belum bisa membantu Palestina selama masa genosida dua tahun terakhir.

“Selama ini saya belum bisa membantu langsung di Gaza. Maka ketika di Indonesia terjadi bencana, semaksimal mungkin saya ingin sekali membantu saudara-saudari saya di sini,” ungkapnya.

Bersama rekannya, Imran dari Universitas Hasanuddin, Raed menyalurkan berbagai kebutuhan pokok.

Baca juga: Ubah Konsep Jadi Aksi Kemanusiaan, Ubaya Gelar Konser Amal untuk Korban Bencana Melalui Gerakan SatuJiwa

Raed turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan (unila.ac.id)

Bantuan yang diberikan meliputi bahan pangan, alat kebersihan, hingga bantuan uang tunai yang terkumpul dari Brand Pasar Palestina dan Majelis Ta’lim Baitussyakirin.

Perjalanan kemanusiaan ini tidaklah mudah. Raed harus menghadapi kendala akses jalan yang terendam banjir, hilangnya sinyal komunikasi, hingga kondisi tanpa listrik di lokasi bencana.

Namun, rintangan tersebut justru semakin menguatkan niatnya karena situasi di lapangan mengingatkannya pada kesulitan yang dihadapi oleh keluarganya di Gaza.

“Kasihan sekali, saya langsung teringat keluarga saya di sana yang kehilangan rumah, harta, dan kehidupan yang layak,” ujarnya.

Baca juga: Dosen Ilmu Komunikasi UDINUS Menggelar Serial Buku PR Indonesia di Jakarta

Raed juga menyampaikan pesan kepada para korban, bahwa mereka tidak sendirian dan harus tetap kuat menghadapi ujian ini.

Langkah ini juga menjadi bentuk balas budi dan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia, yang selalu setia mendukung perjuangan Palestina.

Kisah Raed menjadi inspirasi, bahwa solidaritas dan kasih sayang antarmanusia tidak mengenal batasan negara maupun latar belakang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU