Senin, 29 DESEMBER 2025 • 16:45 WIB

Salut! 4 Mahasiswa ABT Ini Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Digital

Author

Mahasiswa Administrasi Bisnis Terapan (ABT) Politeknik Negeri Jakarta bersama Kaka Konveksi di Kecamatan Beji, Depok. (Dokumentasi)

INDOZONE.ID - Empat mahasiswa Administrasi Bisnis Terapan (ABT) Politeknik Negeri Jakarta sukses melakukan pemberdayaan terhadap salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Kaka Konveksi yang berlokasi di Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat.

Keempat mahasiswa Program Studi ABT tersebut terdiri dari Aishaban Malfina Qoirunisa, Darajatunnisa, Kresna Mouza Septiando, dan Muhammad Farrel Aqil.

Program pemberdayaan berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) ini berlangsung selama satu semester. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara teoretis di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk mendukung UMKM dalam menghadapi tantangan di era digital.

Baca juga: Politeknik Negeri Jakarta Gelar Grand Final Duta PNJ 2025 dengan Tema: Betawi Berkisah, Nusantara Bersinar

Sebagai informasi, Kaka Konveksi merupakan UMKM yang bergerak di bidang produksi pakaian custom dan berdiri sejak 2013. Meski telah beroperasi lebih dari satu dekade, Kaka Konveksi masih menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan usaha, terutama pada aspek pemasaran digital, administrasi, dan keuangan.

Berdasarkan kondisi tersebut, Aishaban Malfina Qoirunisa, Darajatunnisa, Kresna Mouza Septiando, dan Muhammad Farrel Aqil melakukan pendampingan yang dimulai dari penguatan pemasaran digital dengan mengoptimalkan konten pada akun media sosial UMKM tersebut.

Berbagai strategi disusun, mulai dari pembuatan konten promosi hingga penjadwalan unggahan agar aktivitas pemasaran berjalan lebih terencana dan konsisten.

Selain itu, keempat mahasiswa ABT tersebut juga mengembangkan website resmi Kaka Konveksi yang terintegrasi dengan WhatsApp Business, Linktree, dan Google Maps. Integrasi ini bertujuan memudahkan pelanggan dalam mengakses informasi serta melakukan pemesanan.

Mahasiswa ABT Politeknik Negeri Jakarta saat di Kaka Konveksi. (Dokumentasi)

Pendampingan juga menyasar aspek keuangan dan manajemen usaha. Para mahasiswa menyusun template laporan keuangan yang lebih rapi dan efisien, melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta menganalisis arus kas usaha.

Tak hanya itu, perhitungan Break Even Point (BEP) dilakukan untuk produk tunggal maupun multiproduk. Dengan demikian, pemilik UMKM dapat mengetahui batas minimal penjualan agar terhindar dari kerugian.

Keempat mahasiswa tersebut juga melakukan analisis produktivitas tenaga kerja serta perencanaan produksi dan penjualan yang lebih optimal sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis ke depan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu UMKM mengelola sumber daya secara lebih efisien dan terukur.

Melalui kegiatan pendampingan ini, UMKM Kaka Konveksi diharapkan memiliki sistem pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu bersaing lebih luas di masa mendatang.

Baca juga: Bentuk Pengurus Tangguh, HMAN PNJ Gelar Pelatihan Manajemen Organisasi

Kegiatan PBL ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta mencetak mahasiswa yang peka terhadap kebutuhan dunia usaha.

Ketua PBL, Darajatunnisa, menyampaikan harapannya agar UMKM Kaka Konveksi dapat terus berkembang dengan sistem pengelolaan yang lebih rapi dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan Project Based Learning (PBL) pendampingan UMKM ini, diharapkan Kaka Konveksi dapat terus berkembang dengan sistem pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, baik dari sisi produksi, pemasaran, maupun keuangan,” ungkapnya.

“Pendampingan yang dilakukan diharapkan tidak hanya memberikan solusi sementara, tetapi juga menjadi bekal bagi UMKM dalam menjalankan usahanya secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU