INDOZONE.ID - Empat mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) asal Universitas Brawijaya, meraih anugerah tingkat nasional dalam menghadirkan konsep bisnis berbasis aplikasi digital.
Aplikasi bernama Tenggrow.id ini mendukung perekonomian masyarakat Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan menghadirkan layanan jasa sewa mobil Jeep, reservasi homestay secara daring, paket wisata menarik, jasa tour guide, sampai berbagai informasi mengenai pertunjukan pentas seni khas Suku Tengger.
Mengutip situs resmi UB, aplikasi itu juga dilengkapi dengan berbagai menu menarik. Seperti reservasi daring, harga yang transparan, promosi cerita budaya lokal, dan juga manajemen pelayanan secara terpusat.
Tenggrow.Id tidak hanya menjadi aplikasi transaksi saja, namun menjadi wadah perekonomian warga Desa Wonokitri yang berperan sebagai sarana promosi berbasis digital desa.
“Gagasan platform digital ini kami rancang sebagai upaya menjembatani potensi ekonomi Desa Wonokitri dengan kebutuhan pasar yang lebih luas, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya Suku Tengger yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Anam.
Baca juga: Riset Viroterapi Mahasiswi Universitas Negeri Malang Ini Jadi Harapan untuk Terapi Kanker
Selama pengembangan aplikasi tersebut, Anam dan ketiga temannya langsung didampingi di bawah bimbingan Wisynu Ari Gutama, dan sukses meraih juara 3 dalam ajang Business Plan Nasional Gemilang Desa 2025 yang diselenggarakan oleh BEM KM UGM.
Di sisi lain, masyarakat desa tersebut juga masih menghadapi berbagai hambatan, khususnya dalam rendahnya nilai tambah hasil pertanian, keterbatasan akses pasar, dan minimnya integrasi antar sektor pertanian dan pariwisata.
Kearifan lokal dan kekompakan komunitas adat yang belum bisa dikembangan lebih lanjut secara optimal, juga menjadi persoalan yang mereka hadapi.
Padahal, kawasan Desa Wonokitri masih termasuk ke dalam satu area dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang tentunya memiliki berbagai kekayaan alam dan budaya.
Kehidupan sosial warga desa yang masih menjadi bagian dari Suku Tengger ini juga masih khas akan budaya gotong royong, kelestarian lingkungan alam, serta sistem pertanian tradisional yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi geografis wilayah pegunungan.
Baca juga: Salut! 4 Mahasiswa ABT Ini Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Digital
Wilayah geografis yang strategis juga membuat desa dapat dikembangan lebih optimal melalui sektor budaya dan teknologi. Ditambah dengan sederet potensi unggulan seperti komoditas hortikultura dataran tinggi, produk olahan hasil pertanian, serta pesona wisata budaya dan alam yang terhubung langsung dengan tradisi sakral khas adat Tengger,
Dengan adanya inovasi terbaru ini, warga Desa Wonokitri diharapkan mampu memperoleh pendapatan lebih baik lagi, membuka akses pasar yang lebih luas, dan juga mendorong para anak muda dalam memanfaatkan ekonomi digital.
Tidak hanya dari sektor ekonomi, gebrakan baru ini dapat membantu melestarikan keberlangsungan adat Suku Tengger lewat model pengembangan desa berbasis teknologi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id