Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib (tengah) (ANTARA)
INDOZONE.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) supaya bisa cari sumber penghasilan lain.
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, menyebut bahwa tujuannya adalah bisa memperkecil proporsi uang kuliah tunggal (UKT). Najib menginginkan seluruh PTN, khususnya PTN BH proporsi UKT dari hari ke hari makin kecil
Untuk mencapai tujuan tersebut, Najib mengungkapkan bahwa inovasi yang dihilirisasi adalah salah satu cara agar kampus bisa dapat pendapatan lain.
"Jadi UKT-nya kita ingin proporsinya semakin hari semakin kecil, sehingga tidak terjadi tadi komersialisasi. Jadi mahasiswa tetap mendapatkan benefit, bisa masuk dan sifatnya inklusif, siapapun bisa kuliah, tapi kampus tetap bisa beroperasi menjadi world class university," jelasnya, dilansir ANTARA.
Baca juga: Sebanyak 2.635 Mahasiswa KKN Unpad Diterjunkan ke Indramayu: Siap Berkontribusi bagi Masyarakat
Menurutnya, di era sekarang kampus harus bisa jadi transformative university. Kampus tidak sebatas memikirkan dirinya saja, melainkan kontribusi konkret pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kata Najib, apabila suatu daerah punya perguruan tinggi unggul dalam bidang pengelolaan sampah atau lingkungan, tapi masalah itu masih terjadi di daerah tersebut, ini menjadi bukti bahwa kampus di sana belum pada tahap transformative university.
Najib juga menyinggung perihal Universitas Stanford yang berkontribusi menciptakan 5,4 juta lapangan pekerjaan, bahkan perputaran roda ekonominya mencapai 2,5 triliun Dolar AS.
Sedangkan di Indonesia, IPB Universitas meraih penghargaan di bidang pengembangan wilayah lewat program One Village, One CEO. Program ini berhasil menciptakan ribuan lapangan pekerjaan baru di banyak desa.
Baca juga: Libur Kuliah Produktif! Berikut 6 Pilihan Kerja Part Time yang Bisa Kamu Coba
"Indonesia dalam skalanya, tidak harus level dunia ya, dalam skalanya memberikan kontribusi konkret pada penyelesaian persoalan-persoalan di wilayah," jelasnya.
Sejalan dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, turut mendorong agar PTN-BH bisa lebih mandiri secara finansial. Baginya, pengelolaan kampus tidak semata-mata nonkomersil, yang akhirnya tidak ada profit sama sekali.
"Tetap pasti diperlukan profit untuk pengembangan. Tidak logis perguruan tinggi tidak punya profit karena dia tidak akan bisa jadi berkembang," tutur Ledia Hanifa Amaliah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA