INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (Undip) berkolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Mahidol University dalam meningkatkan kualitas produk telapak kaki palsu Indonesia.
Peneliti Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip, Prof. Rifky Ismail, menyebut bahwa riset ini sudah berjalan tiga tahun.
Awalnya, masalah yang dihadapi produk telapak kaki yaitu keausan karet yang lebih cepat. Selain itu, patahnya karet di area jari, dan tidak tahan pada cuaca hujan.
Masalah-masalah tersebut mendorong dosen Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Surakarta, Agus Nugroho, melakukan penelitian mengenai Development and Clinical Testing of Solid Ankle Cushion Heel (SAHC Foot) for Low-and Middle-Income Countries di Mahidol University.
Baca juga: Keren! Mahasiswa IPB University Lulus S3 di Usia 26 Tahun, Dapat IPK 4
Penelitian tersebut mengembangkan telapak kaki palsu, menggunakan keel berbahan polimer yang dibungkus sama karet komersial. Pengembangan ini supaya telapak kaki palsu ini lebih awet dan nyaman ketika digunakan oleh pasien amputasi bawah lutut.
Proses pengembangan dengan PUIPT Teknologi Kesehatan CBIOM3S Undip mulai dari desain, simulasi finite element analysis dan prototyping, untuk membuat desain baru.
"Hasilnya, telapak kaki palsu baru yang lebih ringan dan lebih nyaman berhasil dibuat prototipe-nya," kata Rifky, yang juga sebagai pembimbing.
Telapak kaki palsu tersebut dilakukan pengujian dengan dipasangkan ke 13 pasien amputasi bawah lutut. Hasilnya, mereka merasakan perbedaan saat menggunakannya. Perbedaan terletak pada langkah yang lebih ringan dan nyaman, sehingga energi yang dikeluarkan lebih rendah.
Baca juga: Isi Libur Semester, Mahasiswa Itera Pulihkan Ekosistem Laut di Pulau Pahawang
Penelitian ini dituangkan oleh Agus Nugroho dalam disertasinya, dan sudah diuji di Sirindhorn School of Prosthetics and Orthotics (SSPO), Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University.
Selain Rifky, pembimbing penelitian ini yaitu Dr. Kazuhiko Sasaki (Mahidol University) dan Dr. Muhammad Nouman (Mahidol University).
Selanjutnya ada penguji eksternal yang turut diundang, seperti Dr. Gary Guerra dari St. Mary’s University, USA dan Prof. Surapong Chatpun dari Chulalongkorn University, Thailand.
Telapak kaki palsu ini hasil kolaborasi tiga kampus ini rencananya akan dilanjutkan sebagai produk komersial, untuk dipasarkan di kawasan ASEAN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA