Perkuat Sistem Pelayanan Kesehatan, RSUB Universitas Brawijaya Hadirkan Infection Disease Center
INDOZONE.ID - Sederet jajaran tinggi negara serta mitra kerja internasional menghadiri agenda perkenalan fasilitas baru, Infection Disease Center (IDC), hasil gebrakan Rumah Sakit Universitas Brawijaya.
Jajaran nama penting tersebut diantaranya Ralf Beste (Duta Besar Jerman untuk Indonesia), Maciej Tumulec (Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia), Jerome Pons (Kepala Kerja Sama Delegasi Uni Eropa), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med (Rektor Universitas Brawijaya), dr. Sunarto, M.Kes (Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan), Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng (Direktur Project Implementation Unit), dan beberapa pejabat daerah lain.
Agenda acara dimulai dengan penampilan gamelan dan tari tradisional sebagai lambang rasa syukur atas terwujudnya fasilitas baru tersebut.
Infection Disease Center hadir sebagai jembatan antara pihak rumah sakit dengan penduduk Jawa Timur yang berjumlah 42.09 juta orang dalam memberikan akses layanan untuk memerangi penyakit infeksi.
Baca juga: Harumkan Nama Indonesia, Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Youth Multimedia Arts Competition di Thailand
Dilansir dari situs resmi UB, pihak kampus memiliki beberapa pusat penelitian yang siap berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Mereka mengusung tiga isu utama yang menjadi prioritas, diantaranya yaitu isu kanker.
“Untuk bidang kanker, kami memiliki banyak pakar. Bahkan kami sedang berdiskusi untuk mengembangkan klinik imunoterapi kanker, apabila mendapat dukungan dan izin dari pihak terkait,” ujar Rektor UB, Prof. Widodo.
Sementara itu, UB juga sedang giat mengembangkan beberapa riset untuk beberapa jenis vaksin, seperti vaksin konvensional, vaksin rekombinan, sampai vaksin berbasis RNA.
“Karena itu kami sangat berharap dukungan dari berbagai pihak agar riset-riset ini dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Baca juga: Ini Cara Daftar SNBT 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Pesyaratannya
Agenda ini dapat terealisasikan berkat bantuan hibah dari Uni Eropa dan KfW Development Bank Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar 4.980.000 EUR atau sekitar Rp80 miliar.
Fasilitas IDC milik RSUB ini memiliki beberapa fasilitas unggulan yang meliputi layanan rawat jalan untuk penyakit infeksi, layanan gawat darurat, fasilitas daycare, layanan rawat inap infeksius dengan kapasitas intensif, dan Laboratorium Biosafety Level-2.
Gebrakan besar ini menandakan tekad kuat RSUB dan mitra internasional dalam mendukung kualitas kesehatan nasional lewat riset, layanan intensif, dan deteksi dini penyakit infeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Prasetya.ub.ac.id