INDOZONE.ID - Warga Desa Cemarajaya, Karawang, kerap menghadapi persoalan abrasi di wilayahnya. Ini membangun semangat para mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung ke dalam Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) dan Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL).
Mereka terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat pesisir Karawang, melalui konservasi mangrove yang dilaksanakan pada 29 November dan 6 Desember 2025.
Beberapa tahun terakhir, warga Desa Cemarajaya mengeluhkan abrasi yang seringkali menghantam wilayah pesisir karawang. Abrasi itu menyebabkab garis pantai menjadi lebih mundur daripada sebelumnya.
Kemunduran garis pantai tersebut mengakibatkan kerusakan pemukiman, jalan, lahan pertanian, dan menurunkan pendapatan eknomi warga.
Baca juga: Dukung Pemerataan Dokter Spesialis, FK UNDIP Terjunkan Residen ke Wilayah 3T
Dalam mengatasi permasalahan tersebut, kelompok mahasiswa dari ITB, yakni HIMAFI dan KML melakukan kolaborasi bersama.
Mereka melakukan program penanaman 300 bibit mangrove jenis Avicennia Marina di wilayah pesisir seluas 300 hektare. Mangrove jenis ini terbukti mampu dalam beradaptasi terhadap lingkungan yang memilki potensi abrasi tinggi.
Mangrove dipilih karena tanaman ini memiliki akar yang mampu menahan tekanan arus air dan sedimen.
“Pelaksanaan penanaman sempat mengalami kendala akibat pasang laut yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga kegiatan baru dapat dimulai pada siang hari. Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi, dengan keterlibatan karang taruna, relawan, serta perangkat desa yang turut membantu proses penanaman dan pembersihan pantai. Partisipasi ini menjadi penguat harapan kami agar kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat perlindungan pantai Desa Cemarajaya dari abrasi,” ucap Nabiel Putra Santosa, salah seorang mahasiswa Teknik Kelautan.
Baca juga: Perkenalkan MRI Sejak Dini, FKK UMJ Edukasi Murid SD Lazuardi Lewat Lego
Anak-anak dari desa tersebut juga turut disertakan dalam program edukasi mengenai isu abrasi pesisir serta peran penting mangrove dalam melindungi pantai.
Mereka berharap anak-anak itu dapat tumbuh dengan jiwa kepedulian dan tanggungjawab yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat mengapresiasi antusiasme anak-anak yang terlihat sepanjang kegiatan, khususnya saat sesi demonstrasi prototype dan penanaman mangrove bersama. Semoga semangat dan keceriaan mereka tetap terjaga di tengah tantangan abrasi yang dihadapi, serta tumbuh menjadi harapan bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Anggrita Naya, Mahasiswa Fisika angkatan 2022.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id