Kamis, 29 JANUARI 2026 • 10:00 WIB

D-DART Undip Gandeng FK USK untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Author

D-DART Undip berkolaborasi dengan FK USK dan IKA Undip dalam mendukung pemulihan pascabena Sumatra (undip.ac.id)

INDOZONE.ID - Pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh masih terus digencarkan oleh tim relawan D-DART Universitas Diponegoro (Undip) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (D-DART). Aksi pemulihan ini meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Pidie Jaya pada 18-25 Januari 2026.

Program pemulihan pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung warga yang terdampak bencana lewat bidang kesehatan, psikososial, dan pendidikan. 

Tim D-DART Undip memulai program tersebut di Kabupaten Aceh Tamiang dengan berbagai agenda interaktif, seperti Kuis Sambung Ayat Al-Qur'an dan juga terapi mewarnai (colouring therapy). Agenda ini berhasil menarik perhatian 25 anak dari TPQ Al-Barokah.

Selain itu, tim relawan juga menyalurkan donasi logistik pendidikan berupa seragam sekolah, buku tulis, buku bacaan, Al-Qur’an, dan Juz Amma. Pendistribusian obat-obatan juga turut dilakukan ke Puskesmas Pulau Tiga.

Baca juga: Inilah 4 Alasan Mengapa Teknik Sipil Menjadi Pilihan Favorit Calon Mahasiswa!

Di sisi lain, kondisi di Kabupaten Pidie Jaya masih dinilai buruk dilihat dari kondisi para pengungsi. Selain itu, mereka juga berpotensi besar mengalami stunting yang diakibatkan dari kurangnya akses makanan dan minuman yang layak. 

Di kabupaten tersebut, tim relawan melangsungkan agenda kegiatan berupa murojaah, sambung ayat, dan terapi mewarnai, seperti yang digelar di Aceh Tamiang tadi.

Selain itu, tim turut menggalangkan donasi berupa makanan ringan dan susu bagi anak-anak, serta produk sanitasi yang disebar sampai ke Aceh Timur.

Hadirnya kegiatan tersebut tidak sepenuhnya berjalan lancar. Tim menyoroti waktu tempuh yang panjang akibat beberapa akses lokasi yang belum sepenuhnya terbuka.

Baca juga: Keren! FIB Undip Juara 1 Realisasi RGA per Dosen di Anugerah Capaian Kinerja Undip 2025

Menurut informasi di laman resmi Undip, permasalahan para pengungsi adalah minimmya ketersediaan air bersih layak minum, jaringan listrik dan telepon belum pulih, serta sarana prasarana umum yang belum berfungsi 100 persen.

Sementara itu, menurut Ns. Marsha Yoke Nancy, S.Kep., M.N.Sc. selaku perwakilan tim D-DART Undip, agenda pemulihan pascabencana tersebut dapat membantu masyarakat sekitar untuk pulih secara mental dari dampak bencana.

Pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, sangat diperlukan untuk memulihkan kondisi mental mereka. Namun di sisi lain, kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan pangan bergizi masih menjadi tantangan utama yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak. Beberapa daerah sudah melaporkan kondisi stunting bahkan kasus cacingan, ini menjadi alarm untuk kita memberikan bantuan yang tepat sasaran dan juga bernutrisi,” tuturnya.

D-DART Undip berharap agenda yang digelar tersebut, bisa membantu proses pemulihan para korban terdampak bencana secara mental lebih optimal lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Undip.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU