Bikin Budidaya Ikan Lebih Mudah, Mahasiswa Itera Perkenalkan Inovasi Alat Otomatis Pemantau pH dan Ketinggian Air
INDOZONE.ID - Untuk menjawab permasalahan yang kerap dihadapi petani dan pembudidaya ikan di Desa Margo Lestari, Lampung Selatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) memperkenalkan alat pemantau pH dan ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) pada 31 Januari 2026.
Sebelum alat canggih tersebut hadir, warga Desa Margo Lestari masih mengandalkan perkiraan visual konvensional yang tidak dapat dipergunakan secara optimal ketika malam tiba, atau desa sedang dilanda cuaca ekstrem.
Perilisan alat canggih tersebut dipimpin langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Hartanto Tantriawan, S.Kim., M.Kom. dan dilanjut dengan agenda pemberian alat ke salah satu pembudidaya ikan patin di desa, Syawaltu.
Alat ini berkerja dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, yaitu pusat pemrosesan data.
Baca juga: Serius Cegah Kekerasan yang Marak Terjadi, UMY Luncurkan Satgas PPKPT
Berkat teknologi tersebut, alat ini befungsi dengan mengirimkan informasi data pH dan ketinggian air secara otomatis ke aplikasi digital tanpa jaringan internet sedikit pun.
Alat ini hadir dengan berbagai fungsi inovatif yang dapat membantu para petani dan pembudidaya ikan dalam menyelesaikan pekerjannya, seperti mengukur ketinggian air sawah, memantau air sumur warga, hingga memonitor pH kolam ikan agar terus optimal dan konsisten.
Selain itu, alat tersebut juga dilengkapi beberapa fitur pendukung, seperti mode yang dapat disesuaikan oleh kebutuhan pengguna, kapasitas baterai, dan sisa kuota internet.
Saat satu mode digunakan, hasil data pemantuan akan tampil lewat Agrisense dan dashboard web yang dapat diakses dengan mudah lewat gawai pengguna.
Baca juga: Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026
Para peserta yang hadir dibekali wawasan mengenai perawatan alat, seperti panduan mengisi baterai, kebutuhan paket data bulanan, sampai perawatan sensor.
Selain itu, tim KKN Itera turut memperkenalkan sistem hidroponik kangkung berbasis Deep Flow Technique (DFT), yakni sebuah inovasi di sektor pertanian yang memungkinkan para petani untuk menghemat pasokan air dan tidak lagi bergantung pada musim.
Program pengabdian tersebut merupakan salah satu langkah kampus dalam menghadirkan teknologi canggih yang adaptif dan dapat dimanfaatkan oleh masyarkat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itera.ac.id