Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 19:00 WIB

Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026

Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026Tim mahasiswa Keperawatan UMS meraih medali perak usai menciptakan inovasi imunisasi untuk bayi bernama SWEETDROP (ums.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil membawa pulang medali perak melalui perhelatan Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026 yang digelar pada 18 Januari 2026.

Tim yang terdiri dari Putri Azzahra Namora, Mufida Nur Afifah, Asrofi Noor Masithoh, Muhammad Reza Kurniawan, Nabila Putri Krisnardiantie, dan Radhiyalifa Naura Syilfanda tersebut mengembangkan pelayanan kesehatan bayi berbasis atraumatic care bernama Sweetdrop.

Sweetdrop lahir atas permasalahan rasa nyeri yang kerap dirasakan bayi saat mendapatkan imunisasi. Inovasi ini memastikan para bayi akan tetap merasa nyaman sehingga dapat mengurangi dampak trauma kedepannya.

Ide pengembangan SWEETDROP berawal dari pembelajaran pada mata kuliah keperawatan anak. Dari sana, kami melihat peluang untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung dalam praktik pelayanan kesehatan, khususnya pada tindakan imunisasi bayi,” ujar Ketua Tim, Putri Azzahra Namora.

Baca juga: Stefan Joachim Sutanto, Mahasiswa PCU yang Berhasil Raih Medali Perak di IBKO All Japan 2025

Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026Tim mahasiswa UMS pada ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2026 (ums.ac.id)

Tim ini memanfaatkan mangga arumanis yang terkenal memiliki kandungan sukrosa tinggi sebagai bahan dasar utamanya.

Buah tersebut dipilih sebagai langkah dalam mendukung pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang bermanfaat dalam inovasi produk kesehatan.

Pendeketan autramatic care yang mereka terapkan juga diyakini mampu meningkatkan kepatuhan imunisasi.

Tim merancang Sweetdrop melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan, proses ekstraksi, hingga pengujian untuk memperoleh formulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan standar keamanan.

Baca juga: Dapat Hibah Lahan Seluas 87 Hektare, ITERA akan Perkuat Riset dan Pengabdian di Lampung Barat

Dalam proses riset, kami menghadapi tantangan pada tahap penentuan formulasi. Beberapa percobaan menghasilkan kadar sukrosa yang belum sesuai, ditambah dengan keterbatasan ketersediaan buah mangga yang bersifat musiman, sehingga membutuhkan waktu riset yang lebih panjang,” ujar Asrofi, salah satu anggota.

Sweetdrop dikemas dengan berbagai keunggulan, seperti minim efek samping, mudah diaplikasikan pada bayi, dan tidak menimbulkan rasa sakit selama proses imunisasi.

Sementara itu, para juri juga menilai inovasi tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin nomor 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ums.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Imunisasi Minim Nyeri Jadi Kunci Mahasiswa UMS Raih Silver Medal GYIIF 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!