Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

Keren! Mahasiswa UMM Rancang Irigasi Otomatis Bertenaga Surya untuk Pertanian Modern

Author

Solar Powered Automatic Irrigation System karya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (umm.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menorehkan prestasi melalui penciptaan alat irigasi inovatif, yang dinamakan Solar Powered Automatic Irrigation System.

Inovasi tersebut merupakan sistem irigasi tetes otomatis yang dirancang khusus untuk mendukung sektor pertanian skala kecil agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga: Kolaborasi UPH dan Singapore Polytechnic Hadirkan Inovasi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Proyek ini lahir dari mata kuliah Perancangan dan Pengembangan Produk (P3) sebagai bentuk nyata dukungan kampus terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Isti Rohmania, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023, bersama timnya merasakan keprihatinan terhadap kondisi petani di Indonesia.

Mereka mengamati, bahwa mayoritas petani masih menggunakan metode penyiraman manual yang sangat menyita waktu serta tenaga.

Selain itu, teknik tradisional bisa berisiko menyebabkan pemborosan air. Menanggapi masalah yang terjadi, tim mahasiswa berusaha menghadirkan solusi teknologi yang cerdas namun tetap hemat energi. 

Baca juga: Mengenal StarTech Scholarship: Program Beasiswa Penuh Bidang Teknologi dari BINUS UNIVERSITY

Secara teknis, sistem irigasi ini mengandalkan panel surya sebagai pemasok listrik utama. Energi matahari yang ditangkap akan disimpan ke dalam baterai untuk menjalankan perangkat berbasis Arduino.

“Melalui sensor kelembapan tanah, sistem bisa menyesuaikan kebutuhan air tanaman secara otomatis. Penyiraman tidak dilakukan terus-menerus, tetapi berdasarkan kondisi tanah,” ungkap Isti.

Isti menjelaskan bahwa sistem akan memastikan tanaman mendapatkan asupan air sesuai kebutuhan, sehingga tidak ada air yang terbuang sia-sia.

Meski sekarang masih dalam bentuk prototipe, alat tersebut memiliki fleksibilitas tinggi untuk diterapkan pada berbagai jenis lahan dan tanaman.

Baca juga: Investasi Ekologi, Kolaborasi Tim KKN Undip dengan Warga Jaga Kelestarian Air Tanah Lewat Lubang Biopori

Penggunaan energi surya menjadi keunggulan utama karena dapat membantu petani menekan pengeluaran operasional dan mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.

Alat ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi sistem perawatan tanaman yang terintegrasi, di mana penyaluran pupuk cair dan nutrisi bisa dilakukan secara otomatis melalui saluran irigasi.

Dosen pembimbing, Amelia Khoidir, S.T., M.Sc., memberikan apresiasi tinggi terhadap karya para mahasiswa sebagai wujud nyata integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dalam pertanian presisi.

“Inovasi seperti ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dan berdampak nyata bagi sektor pertanian,” ujarnya. 

Baca juga: Kolaborasi UPH dan Singapore Polytechnic Hadirkan Inovasi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Inovasi yang ditampilkan pada Industrial Engineering Expo 2026 membuktikan bahwa mahasiswa mampu menciptakan solusi teknologi tepat guna.

Bagi Isti dan timnya, pengalaman ini mengajarkan bahwa sebuah inovasi yang hebat tidak harus rumit, asalkan mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU