Pembuatan sumur biopori di Kelurahan Ngemplak Simongan (Muthia Silmi).
INDOZONE.ID - Langkah kaki para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 8 Kelompok 3 dari Universitas Diponegoro di lingkungan Kelurahan Ngemplak Simongan membawa misi penting yang melampaui sekadar pemenuhan tugas akademik.
Di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Fitri Wulandari, tim mahasiswa berkolaborasi dengan warga setempat untuk menghidupkan kembali kepedulian terhadap kelestarian air tanah dan pengelolaan sampah organik.
Agenda pengabdian ini dikemas secara komprehensif, menggabungkan sesi edukasi interaktif dengan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori (LRB).
Lokasi yang menjadi sasaran ialah titik-titik rawan genangan saat hujan mengguyur Kota Semarang. Kegiatan diawali dengan diskusi hangat di balai warga.
Baca juga: Menggiurkan! Lulusan Kartografi Bisa Kantongi Gaji Hingga Rp20 Juta per Bulan
Muthia Silmi Nadhira Kusumaningrum, salah satu mahasiswa KKN-T, memaparkan bahwa biopori merupakan solusi tepat guna yang melibatkan peran aktif organisme tanah.
Warga diberikan pemahaman mendalam bahwa dengan membuat lubang silindris sedalam satu meter dan mengisinya dengan sampah organik, mereka sebenarnya sedang membangun ekosistem mikro.
"Biota tanah akan membangun jalur infiltrasi air hujan sekaligus menjadi pabrik kompos alami di bawah permukaan tanah," jelas Muthia dalam paparannya.
Edukasi ini berhasil memicu dialog dua arah yang hidup, menunjukkan antusiasme warga terhadap inovasi lingkungan yang dibawa oleh mahasiswa Undip.
Baca juga: Siapkan Diri dari Sekarang! Ini Panduan Lengkap dan Strategi Lolos SNBP 2026
Semangat tersebut memuncak saat mahasiswa dan warga turun langsung ke lapangan.
Antusiasme tampak dari warga yang ikut serta menggunakan bor tanah manual untuk menciptakan ruang bagi air di pekarangan mereka sendiri.
Suasana gotong royong terasa kental saat mahasiswa dan warga bergantian memutar bor, bahu-membahu mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memberikan inspirasi nyata; mereka hadir bukan sekadar sebagai akademisi, melainkan rekan kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan