Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 20:40 WIB

Di Usia 35 Tahun, Wanita Asal Papua Ini Berhasil Jadi Lulusan Dokter Spesialis Tercepat di UGM

Author

dr. Merlins Renatasia Waromi, Sp.MK. saat diwisuda menjadi dokter spesialis pada Wisuda UGM Program Pascasarjana Periode II, 21 Januari 2026 (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Wanitas asal Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, dr. Merlins Renatasia Waromi, berhasil menyelesaikan studi pendidikan dokter spesialis di Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam kurun waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari. 

Masa studi yang cepat tersebut menjadikannya sebagai lulusan tercepat UGM jenjang pendidikan dokter spesialis, pada Wisuda Program Pascasarjana Periode II yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. 

Merlins merasa bangga atas pencapaiannya tersebut, terlebih ia harus mengajukan cuti kuliah selama 3 bulan karena melahirkan.

Sangat bersyukur sekali bisa menempuh pendidikan dengan waktu yang cukup singkat. Padahal itu sebelumnya saya waktu awal masuk itu sempat ada tidak mengikuti perkuliahan selama 3 bulan karena harus cuti melahirkan. Jadi, kemarin memang saya hitung-hitung kalau misalnya nggak melahirkan mungkin jadinya 2 tahun sekian aja,” tuturnya.

Baca juga: Rayakan HUT ke-25, BPOM Gandeng UNAND Tanam Pohon Andalas untuk Warisan Ekologis

Dokter spesialis mikobiologi berusia 35 tahun tersebut lulus sarjana dan pendidikan profesi dokter di Universitas Cendrawasih, Jayapura.

Motivasi terkuatnya untuk mengenyam pendidikan dokter spesialis di UGM berangkat dari popularitas kampus tersebut di kalangan orang Papua, yang menganggap Yogyakarta sebagai rumah kedua bagi mereka.

Hal tersebut ia buktikan sendiri saat menginjakkan kaki di Yogyakarta. Warga sekitar menyambut para pendatang dengan ramah.

Yogyakarta itu bagi kami orang Papua itu seperti rumah kedua kami,” jelasnya.

Baca juga: Ketatnya Seleksi! Ini 5 Jurusan UI yang Paling Sulit Ditembus

Pihak UGM pun turut bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menghadirkan beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi Orang Asli Papua (OAP).

Beasiswa tersebut tentu dimanfaatkan oleh Merlins sebaik mungkin untuk melanjutkan studi kedokterannya.

UGM ini salah satu universitas negeri yang menjalin banyak kerjasama atau MOU dengan daerah-daerah di provinsi Indonesia Timur, seperti itu, sehingga itu menjadi peluang bagi kami untuk melanjutkan pendidikan di UGM. Kami disekolahkan dari pemerintah daerah berdasarkan MoU dengan UGM tersebut," tambahnya.

Ketertarikannya dalam bidang mikrobiologi lahir dari rasa ketertarikannya pada pertembuhan bakteri dan jamur, yang memiliki berbagai variasi warna yang cantik dan menarik. 

Baca juga: Jadwal Sekolah Selama Ramadhan 2026: Yuk, Simak Prediksinya!

Selain itu, bidang mikrobiologi turut mengambil peran besar dalam membantu mendiagnosis berbagai penyakit infeksi yang diderita pasien.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyakit infeksi tertinggi di dunia, itulah alasan saya mengambil spesialis ini,” jelasnya.

Saat pertama kali menempuh pendidikan di UGM, ia harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan bidang kelimuan yang dimiliki oleh kampus.

Menurutnya, kualitas pendidikan di Indonesia Timur berbanding terbalik dengan standar pendidikan yang dimiliki UGM. 

Baca juga: Kurangi Polusi dan Risiko Kecelakaan, Mahasiswa UNNES Rancang Incinerator untuk Desa Brangkal

Ia juga mengajak mahasiswa lain yang tengah menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis, agar memiliki pikiran yang terbuka dan selalu percaya diri.

Jangan pernah minder, namun kita harus lebih tekun lagi, agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di tempat pendidikan kita,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU