Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

Kurangi Polusi dan Risiko Kecelakaan, Mahasiswa UNNES Rancang Incinerator untuk Desa Brangkal

Kurangi Polusi dan Risiko Kecelakaan, Mahasiswa UNNES Rancang Incinerator untuk Desa BrangkalMahasiswa UNNES GIAT 14 Hadirkan Incinerator (unnes.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program GIAT 14, menciptakan sebuah terobosan baru di Desa Brangkal, Kabupaten Klaten.

Melalui dosen pendamping, Septina Sulistyaningrum, para mahasiswa menciptakan alat pembakaran sampah ramah lingkungan yang disebut incinerator sebagai solusi alternatif bagi warga setempat.  

Baca juga: Kolaborasi UPH dan Singapore Polytechnic Hadirkan Inovasi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat

Kondisi geografis Desa Brangkal yang bersinggungan langsung dengan jalur Jalan Tol Klaten-Solo-Yogyakarta menjadi alasan utama pemilihan inovasi ini.

Koordinator mahasiswa GIAT 14 Desa Brangkal, Busyairi Majid, menjelaskan bahwa kebiasaan lama masyarakat yang membakar sampah sering ditemukan di lahan terbuka sangat berisiko.

Selain mencemari udara, asap tebal dari pembakaran terbuka dapat menutupi pandangan pengemudi di jalan tol, yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Melihat kondisi tersebut, kami membuat incinerator minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih aman untuk warga tanpa mengganggu pengendara di jalan tol,” ujar Majid, koordinator mahasiswa UNNES GIAT 14 Desa Brangkal.  

Baca juga: Mahasiswa UGM Tawarkan Solusi Baru Pengelolaan Sampah Lewat Insinerator Ramah Lingkungan

Proses pembangunan alat tersebut dimulai pada 25 Desember 2025 dengan memilih lokasi strategis, yakni di area dekat bank sampah dan kandang bebek.

Lokasi ini dinilai tepat karena memiliki akses yang mudah namun tetap menjaga jarak aman agar tidak mengganggu rutinitas harian penduduk desa.

Pembangunan diawali dengan membuat pondasi semen yang kokoh, penyusunan ruang pembakaran menggunakan material batu bata hebel, serta besi sebagai alas sampah.

Untuk memastikan sirkulasi udara berjalan baik, para mahasiswa juga melengkapinya dengan corong asap dan memplester seluruh bagian bangunan guna mencegah kebocoran. 

Baca juga: Mahasiswa UNWIRA Unjuk Gigi di IYIS Malaysia–Singapura dengan Meraih Juara 2 Inovasi Digital Terbaik

Keberhasilan proyek tidak lepas dari gotong royong mahasiswa dan warga sekitar. Masyarakat setempat turut membantu dengan menyediakan peralatan serta material bangunan yang dibutuhkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unnes.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kurangi Polusi dan Risiko Kecelakaan, Mahasiswa UNNES Rancang Incinerator untuk Desa Brangkal

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!