Ilustrasi mahasiswa jurusan farmasi (Freepik)
INDOZONE.ID - Program Studi Farmasi menjadi salah satu jurusan favorit yang banyak diminati calon mahasiswa. Ini tidak lepas dari prospek kerja yang luas, dan tidak hanya fokus pada praktik di apotek.
Lulusan jurusan ini juga merambah ke berbagai sektor industri, instansi pemerintah, penelitian, hingga pendidikan. Berikut tujuh prospek kerja yang dapat menjadi pilihan untuk mahasiswa program studi farmasi.
Baca juga: Bukan Sekadar Pembuat Peta! Intip Prospek Kerja di Bidang Kartografi dan Penginderaan Jauh
Lulusan farmasi dapat mengelola apotek pribadi maupun bekerja di perusahaan ritel farmasi.
Selain obat, mereka juga berperan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dengan memastikan pasien memahami dosis serta cara penggunaan obat yang benar.
Di lingkungan ini, farmasis memiliki peran dalam mengatur ketersediaan obat dan memberikan informasi kepada dokter atau perawat.
Mereka juga bertugas mendampingi pasien secara langsung, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengonsumsi obat-obatan.
Baca juga: Respons Bencana Sumatera, UGM Kirim Tenaga Medis ke Daerah Terdampak Setiap Pekan
Sektor industri menyerap banyak tenaga ahli untuk menempati posisi seperti Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Research and Development (R&D), hingga urusan regulasi (regulatory affairs).
Bidang tersebut mencakup pabrik obat-obatan, suplemen, bahkan hingga produsen alat kesehatan.
Lulusan farmasi dibutuhkan oleh lembaga pemerintah seperti BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan.
Fokus utamanya adalah melakukan pengawasan terhadap keamanan obat, makanan, dan minuman yang dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Baca juga: Dibayar Pemerintah! Magang Nasional 2026 Beri Uang Saku Setara UMP Selama 6 Bulan
Seiring dengan tren kecantikan yang meningkat, lulusan farmasi berperan penting dalam menciptakan produk skincare, kosmetik, parfum, hingga produk kesehatan tradisional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umbjm.ac.id