INDOZONE.ID - Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui program International Community Development (ICD), pada 6 Februari 2026.
UNNES mengajak peserta untuk mengenal kearifan lokal, salah satunya dengan belajar teknik membatik ramah lingkungan atau ecoprint di Desa Ngesrepbalong, Kabupaten Kendal.
Baca juga: Karate Mengantarkan Mahasiswa Teknik Unpas Juara Nasional Kemenpora STKIP Pasundan 2026
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari 16 negara berbeda, mulai dari Denmark, Kanada, Filipina, hingga Yaman dan Nigeria.
Para peserta tampak antusias ketika mencoba memindahkan pola warna alami dari dedaunan ke atas kain.
Teknik ecoprint dipilih karena menggunakan bahan-bahan organik dari alam sekitar, sehingga sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan yang dijunjung tinggi oleh warga desa.
Kepala Kantor Internasional dan SDGs Center UNNES, Alfath Yanuarto, menjelaskan bahwa ICD 2026 adalah upaya kampus untuk membangun jejaring global yang fokus pada pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Kolaborasi UPH dan Singapore Polytechnic Hadirkan Inovasi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat
"Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan budaya, namun juga terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis masyarakat yang menekankan praktik keberlanjutan dan kepedulian sosial,” tutur Alfath.
Tak hanya kegiatan membatik, para peserta juga disuguhi berbagai aktivitas menarik lainnya.
Mereka mengikuti kelas seperti meracik teh (tea blending), menganyam janur, pembelajaran tanaman hutan dan herbal, hingga melihat proses pembuatan gula aren tradisional.
Tak hanya itu, para peserta juga diajak menjelajahi keindahan alam di kawasan Curug Lawe–Sicepit, serta mempelajari tanaman herbal yang ada di hutan.
Baca juga: Mahasiswa UNDANA Jelajah Thailand, Angkat Potensi Tanaman Gewang untuk Keberlanjutan!
Untuk memperdalam pengalaman budaya, UNNES juga menghadirkan kelas aksara Jawa dan sesi meditasi bagi para peserta.
Prof. Dr. Sugianto, selaku Sekretaris Universitas dan Ketua Program EQUITY UNNES, menambahkan bahwa kegiatan didukung penuh oleh program EQUITY.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta rekognisi perguruan tinggi di mata dunia.
“Program ICD 2026 menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang memperkuat kerja sama internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Saya berharap program ini menjadi pengalaman bermakna dan berkesan bagi seluruh peserta serta mempererat persahabatan internasional,” terangnya.
Baca juga: Di Forum Internasional, Dosen dan Mahasiswa Kimia UB Borong Penghargaan MJIC 2026 di Malaysia
Sebagai bentuk pengabdian, pada hari terakhir para peserta membagikan ilmu mereka dengan mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak dan remaja di desa setempat.
Melalui rangkaian ICD 2026, UNNES berkomitmen untuk terus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas, penguatan ekonomi, dan kemitraan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unnes.ac.id, Unnes.ac.id