INDOZONE.ID – Tim KKN Abmas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), membuat inovasi limbah dapur yang dapat diolah menjadi produk sabun memiliki nilai ekonomi untuk warga Desa Gagang Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Program yang diberi nama “SoapChela” diinisiasi oleh Departemen Kimia ITS dengan menyasar ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya membuang minyak jelantah sembarangan serta membekali warga dengan keterampilan praktis agar dapat memanfaatkannya kembali.
Ketua Tim Mahasiswa KKN Abmas SoapChela, Alif Mahesa Veda, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari kegelisahan melihat banyaknya limbah minyak jelantah yang dihasilkan rumah tangga setiap hari tanpa pengelolaan yang memadai.
Menariknya, dari hasil survei selama pelatihan, banyak warga yang baru menyadari bahwa minyak kotor tersebut sebenarnya bisa diubah menjadi produk bermanfaat.
“Kami ingin meningkatkan edukasi sekaligus keterampilan yang berdampak bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi,” ungkap Alif.
Tak hanya memberikan teori, para mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada warga melalu tiga metode pembuatan sabun.
Metode tersebut meliputi pembuatan sabun batang dengan metode panas (hot process), sabun batang metode dingin (cold process), dan pembuatan sabun cair.
Variasi metode sengaja diberikan banyak pilihan agar para ibu memiliki pilihan cara pembuatan yang paling mudah dilakukan sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Laboratorium Kimia Bahan Bakar ITS dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat ini dipimpin langsung oleh Dr. Triyanda Gunawan.
Baca juga: UNNES Kenalkan Ecoprint ke Dunia Lewat Program ICD 2026 di Desa Ngesrepbalong
Selama proses pelatihan, standar keamanan sangat diperhatikan, terutama saat terjadi reaksi kimia perubahan minyak menjadi sabun atau saponifikasi.
Keberhasilan program terlihat dari antusiasme warga yang mampu memproduksi sekitar 16 hingga 18 batang sabun serta dua botol sabun cair hanya dari 3 liter minyak jelantah.
Salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya karena kini mereka memiliki pengetahuan baru untuk mengolah limbah yang sebelumnya hanya dibuang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa atas ilmu yang diberikan. Sekarang kami jadi tahu kalau sabun bisa dibuat dari minyak jelantah dengan cara seperti ini," ucapnya.
Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Desa Gagang Kepuhsari di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id