INDOZONE.ID - Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda, termasuk dalam keseharian mahasiswa.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah waktu menjelang berbuka puasa atau yang biasa disebut ngabuburit.
Namun, ngabuburit tidak harus diisi dengan kegiatan yang sekadar menghabiskan waktu. Justru, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat.
Berikut lima ide ngabuburit yang bisa membuat waktu menunggu azan Maghrib terasa lebih bermakna untuk mahasiswa.
5 Rekomendasi Aktivitas Ngabuburit untuk Mahasiswa
Baca juga: Daftar Jurusan Kuliah dengan Tingkat Pengangguran Tinggi di Indonesia, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!
1. Mengisi Waktu dengan Belajar
Waktu ngabuburit bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas, menyiapkan presentasi, membaca materi perkuliahan, atau berdiskusi dengan teman sekelas.
Selain itu, mahasiswa juga bisa menggunakan waktu ini untuk membaca buku non-akademik, seperti buku pengembangan diri, motivasi, atau literatur keislaman.
Kegiatan tersebut membantu meningkatkan pengetahuan sekaligus melatih kedisiplinan dalam mengatur waktu selama Ramadan.
2. Tadarus Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an (tadarus) menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Mahasiswa bisa menjadikan waktu ngabuburit sebagai momen refleksi diri dengan membaca beberapa ayat, memahami artinya, atau mengikuti program khatam bersama teman.
Selain menambah pahala, tadarus juga membantu menjaga hati tetap fokus dan terhindar dari kegiatan yang kurang bermanfaat selama menunggu waktu berbuka.
Baca juga: Ribuan Mahasiswa Ikuti Program Asah Dicoding, Bekali Skill AI Guna Hadapi Tantangan Industri Digital
3. Berolahraga Ringan
Walaupun sedang berpuasa, tubuh tetap perlu bergerak agar tetap sehat. Ngabuburit bisa diisi dengan olahraga ringan seperti jalan santai, stretching, atau bersepeda santai.
Olahraga menjelang berbuka justru bisa membantu tubuh terasa lebih segar saat waktu makan tiba.
Namun, penting untuk memilih aktivitas dengan intensitas ringan agar tidak menyebabkan kelelahan. Dengan tubuh bugar, aktivitas kuliah dan ibadah bisa dijalani dengan optimal.
4. Mengikuti Kajian atau Kegiatan Keagamaan
Mahasiswa juga bisa memanfaatkan waktu ngabuburit untuk mengikuti kajian Ramadhan. Kegiatan ini bisa dilakukan secara langsung di masjid, musala, bahkan melalui platform online.
Biasanya, selama Ramadhan banyak diadakan ceramah singkat yang membahas keutamaan puasa, akhlak, hingga motivasi memperbaiki diri.
Mengikuti kajian tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memperluas sudut pandang serta memperdalam pemahaman tentang makna ibadah yang sedang dijalani.
Baca juga: Selamat! Tim FKG UNAIR Juara II Nasional Berkat Kajian “Immunochemotherapy” untuk Kanker Mulut
5. Berbagi dengan Sesama
Salah satu kegiatan ngabuburit yang paling bermakna adalah berbagi dengan sesama. Mahasiswa bisa ikut membagikan takjil gratis, membantu kegiatan bakti sosial, atau berbagi makanan dengan teman.
Kegiatan tersebut melatih rasa empati, kepedulian, dan kebersamaan. Selain itu, berbagi di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Berbagi tidak harus dalam jumlah besar dan banyak, yang terpenting adalah niat tulus untuk membantu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uinsgd.ac.id