Inspiratif! Mahasiswa FK Ubaya Sukses Ikuti Program Internasional di Belanda, Bawa Pulang Pengalaman Berharga
INDOZONE.ID - Nadya Angeline Karuntu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), menuntaskan program elective course physiology exercise di Maastricht University, Belanda.
Selama hampir satu bulan penuh, terhitung sejak 5 hingga 31 Januari 2026, ia menimba ilmu di Faculty of Health, Medicine, and Life Sciences (FHML) sebagai bagian dari program internasional kampus.
Baca juga: Ribuan Mahasiswa Ikuti Program Asah Dicoding, Bekali Skill AI Guna Hadapi Tantangan Industri Digital
Selama menjalani masa studinya di Eropa, Nadya menemukan banyak hal baru yang memperkaya perspektifnya.
Meskipun sempat merasa asing dengan lingkungan sekitar, ia merasa sangat terbantu karena metode pembelajaran di Maastricht University serupa dengan yang ada di Ubaya.
“Terdapat satu metode pembelajaran yang sangat relevan dengan apa yang saya pelajari di ubaya, yaitu Problem Based Learning (PBL),” ungkapnya.
Hal tersebut membuatnya lebih mudah beradaptasi dengan ritme perkuliahan yang ada di Eropa.
Baca juga: UHB Dorong Ekonomi Lokal Lewat Pelatihan Produksi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan
Selain tantangan di dalam kelas, Nadya juga menghadapi tantangan budaya yang cukup besar antara Asia dan Eropa. Ia dituntut untuk belajar bertahan hidup dan mengurus segala sesuatunya secara mandiri di negeri orang.
Namun, pengalaman ini menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena ia berhasil melewati masa-masa sulit tersebut dengan baik.
Keberhasilan Nadya dalam mengikuti program internasional kampus juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak Universitas Surabaya.
Ubaya berperan sebagai fasilitator utama yang membantu mulai dari pengurusan dokumen persyaratan, pendaftaran, hingga dukungan administratif untuk pembuatan visa.
Baca juga: Rayakan HUT ke-58, Ubaya Gelar Lomba Kreasi Bekal Anak dengan Juri Cilik yang Unik
Kerja sama antara Ubaya dengan universitas mancanegara seperti Maastricht University merupakan wujud komitmen FK Ubaya dalam meningkatkan kualitas internasionalisasi mahasiswanya.
Sebagai penutup, Nadya membagikan pesan penyemangat bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya agar tidak takut mencoba hal-hal baru.
Ia menekankan bahwa rasa percaya diri adalah modal utama untuk meraih kesuksesan di masa depan.
“Harus percaya diri dengan hal yang dilakukan karena pasti ada hal baik yang akan datang. Saya sendiri merasa percaya diri dan akhirnya bisa survive sendiri di Eropa,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ubaya.ac.id