Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 11:40 WIB

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Berkat Inovasi AI Pendeteksi Bahan Kimia pada Makanan

Author

Tim mahasiswa UGM meraih silver medal ajang “2nd International Student Competition” di Malaysia. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa asal Universitas Gadjah Mada sukses mencetak prestasi internasional dengan membawa pulang medali perak usai berpatisipasi pada acara "2nd International Student Competition" di Malaysia.

Perhelatan tersebut merupakan ajang bergengsi yang dikepalai oleh Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) dan Universiti Putra Malaysia (UPM) dengan tujuan mewadahi anak muda dalam menciptakan inovasi berbasis penelitian.

Usai menyaingi berbagai peserta asal Malaysia, Nigeria, Suriah, Somalia, dan Kenya, tim yang terdiri dari Melati Putri Ramadhani, Saskia Aulia Ramadhani, Nisrina Athyra Karimaz, Sahda Huwaidah Estiningtyas, dan Naufal Septio Fathurrahman itu sukses tampil memukau dengan mempresentasikan gagasan inovasi pengujian keamanan pangan di Indonesia.

Tim yang tergabung dalam Foodscan ini menghadirkan inovasi teknologi untuk meningkatkan keamanan pangan di Indonesia sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini 5 Tips Memilih Organisasi dan UKM Kampus yang Sesuai Minat dan Bakat

Dipimpin Melati Putri Ramadhani dari Program Studi Kimia angkatan 2024, tim ini mengembangkan metode pengujian non-destruktif berbasis analisis visual karena metode konvensional dinilai memakan waktu dan merusak sampel makanan.

Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan sistem Convolutional Neural Network (CNN) yang mampu mendeteksi potensi kandungan bahan kimia berbahaya dan kontaminan hanya melalui foto produk pangan secara cepat dan praktis.

Selain itu, inovasi garapan tim juga dilengkapi dengan fitur blockchain untuk menyimpan hasil deteksi secara transparan. 

Terdapat pelacakan riwayat keamanan pangan secara real-time guna menjamin nutrisi berkelanjutan bagi anak-anak,” ujar Putri.

Baca juga: Tak Sekadar Cari Pengalaman, Ini 5 Alasan Mahasiswa Aktif Berorganisasi di Kampus

Anggota lain, Saskia Aulia Ramadhani, menilai hadirnya inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar aman dimakan oleh anak-anak dengan deteksi kelayakan pangan berbasis teknologi secara ketat.

Kami berencana akan mengembangkan inovasi teknologi mutakhir dengan mengintegrasikan AI, CNN, dan Blockchain dalam industri keamanan pangan, serta mewujudkan kolaborasi internasional dengan peserta yang mengikuti kompetisi ini,” tuturnya.

Keberhasilan tim membawa nama kampus dan bangsa di panggung internasional tidak bisa dilepaskan dari campur tangan sang dosen pembimbing, Mokhammad Fajar Pradipta, yang sekaligus merupakan dosen Departemen Kimia FMIPA UGM.

Kerja keras dan kekompokkan antar anggota tim juga menjadi salah satu alasan kuat dalam meraih prestasi membanggakan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU