Tim KKN-Dik UMS perkenalkan puzzle matematika. (news. ums.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta, menghadirkan metode pembelajaran inovatif bagi anak-anak di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Hicom, Malaysia, pada 12 Februari 2026.
Pembelajaran matematika mereka kemas melalui permainan tradisional engklek yang dipadukan dengan puzzle matematika, untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan ini menyasar anak-anak pekerja migran Indonesia dengan tujuan meningkatkan pemahaman operasi bilangan dasar, sekaligus menumbuhkan minat belajar matematika. Pendekatan berbasis permainan ini dipilih agar materi lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
Salah satu mahasiswa KKN-Dik, Hakim, menjelaskan bahwa metode tersebut diterapkan sebagai respons terhadap rendahnya pemahaman konsep dasar matematika pada sebagian siswa di sanggar. Melalui pembelajaran yang kreatif, diharapkan kemampuan berhitung anak-anak dapat meningkat secara optimal.
Baca juga: 7 Cara Lulus Kuliah Tepat Waktu, Mahasiswa Baru Harus Tau!
“Banyak anak yang berada di jenjang kelas tinggi namun masih mengalami kesulitan dalam matematika dasar. Oleh karena itu, pembelajaran dikemas secara menyenangkan dan kontekstual agar anak-anak lebih termotivasi, aktif, dan tidak merasa takut terhadap matematika,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN-Dik UMS terlebih dahulu memperkenalkan permainan tradisional engklek sebagai media belajar. Permainan tersebut kemudian dimodifikasi dengan menambahkan kartu puzzle matematika berisi soal operasi hitung dasar, mulai dari penjumlahan, pengurangan, hingga perkalian dan pembagian.
Dilansir dari laman resmi UMS, penerapan permainan engklek dalam pembelajaran matematika di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Hicom, Malaysia, dinilai efektif meningkatkan kemampuan kolaborasi sekaligus melatih kecepatan berpikir siswa.
“Anak-anak kami minta melompat pada petak engklek dan mengambil kartu soal sesuai petak yang diinjak. Setelah itu, mereka harus menyelesaikan soal matematika dan mencocokkannya dengan kartu jawaban hingga membentuk susunan puzzle yang utuh. Pembelajaran dilakukan secara berkelompok untuk melatih kerja sama, konsentrasi, dan kemampuan berpikir cepat,” lanjut Hakim
Melalui kegiatan ini, tim berharap anak-anak pekerja migran Indonesia semakin termotivasi untuk belajar dan memiliki pemahaman matematika yang lebih baik. Pendekatan berbasis permainan tradisional juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai metode pembelajaran kontekstual yang menarik dan relevan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.ums.ac.id