Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 17:00 WIB

Unair Turun Tangan Bantu UMKM Terdampak Bencana di Pidie Jaya Aceh, Warga Dapat Modal Rp3 Juta

Author

Perwakilan Universitas Airlangga pergi ke Aceh. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Bencana di Aceh yang melanda berbagai wilayah beberapa waktu lalu silam berdampak besar bagi berbagai lapisan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Hal tersebut mendorong Universitas Airlangga (Unair) dalam mengirimkan enam dosen ahli untuk mendukung pemulihan warga Aceh dari segi sosial dan ekonomi selama dua hari, mulai dari 21 Februari 2026 hingga 22 Februari 2026.

Menurut ketua tim, Prof Dr Bagong Suyanto, M.Si., agenda ini merupakan hasil arahan dari Rektor Unair. Baginya, bantuan darurat tidak cukup bagi warga terdampak bencana. Namun, perlu dilakukan pemberdayaan, pendampingan, serta pemulihan yang baik.

UNAIR berkomitmen tidak hanya mendampingi, tetapi juga memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku usaha mikro. Nanti, satu pelaku usaha mikro akan dibantu 3 juta rupiah untuk modal usaha mereka,” tuturnya.

Baca juga: Beasiswa Bisa Dicabut? Mahasiswa Wajib Tahu 5 Penyebab dan Cara Menghindarinya

Selain itu, untuk memastikan agenda berjalan efektif dan ekonomi warga dapat bangkit kembali, tim akan memantau dan mengevaluasi kegiatan secara berkala.

Tim juga akan bekerjasama dengan Yayasan Peduli Pembangunan Ekonomi Pesisir Aceh (YAPPERA) dan Universitas Malikussaleh dalam mengevaluasi agenda tersebut.

Kemitraan dengan lembaga lokal dan alumni menjadi salah satu kunci keberlanjutan program ini, mengingat jarak yang memisahkan UNAIR dengan Aceh. Hal ini memastikan bahwa pendampingan dan dukungan dapat terus diberikan secara efektif setelah pelatihan ini,” jelasnya. 

Selain pemulihan dari segi ekonomi, tim Unair juga memberikan edukasi bagi warga terkait mitigasi bencana dan kesehatan.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Hadirkan Budidalon, Inovasi Akuaponik Sederhana untuk Wujudkan Desa Mandiri Pangan

Yang masyarakat butuhkan adalah keberlanjutan. Kami hadir untuk memastikan mereka dapat kembali bangkit, memiliki daya tahan ekonomi, dan lebih siap menghadapi risiko di masa depan,” tambahnya.

Hadirnya Unair di tengah-tengah warga menjadi bukti nyata mereka dalam melakukan penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana.

Program ini turut menjalankan nilai SDGs (Sustainable Development Goals) point 1 (Tanpa Kemiskinan), point 2 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), point 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), point 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan point 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU