Menanam Masa Depan: Mahasiswa UGM dan Siswa SMPN 27 PPU Turut Hadir Hijaukan Miniatur Hutan Tropis IKN
INDOZONE.ID - Di tengah transformasi masif lahan Kalimantan menjadi pusat pemerintahan baru dengan visi Forest City, upaya menjaga kelestarian ekosistem menjadi pilar utama yang tidak boleh terabaikan. Sebagai wujud nyata dukungan terhadap restorasi ekologis di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN), tim Bala Gadjah Mada dari KPALH Setrajana Fisipol UGM menyelenggarakan aksi penanaman pohon di kawasan Miniatur Hutan Tropis IKN pada 8 Februari 2026.
Kawasan IKN, khususnya area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), secara historis merupakan lahan konsesi hutan industri yang didominasi monokultur pohon Eucalyptus. Pohon jenis ini umumnya memiliki siklus tebang pendek, yakni sekitar enam hingga tujuh tahun, dan diperuntukkan bagi kebutuhan industri kertas. Seiring pembangunan IKN, pemerintah berupaya memperbaiki kualitas lingkungan hutan dengan mengganti tanaman industri tersebut menjadi hutan yang heterogen melalui penanaman pohon-pohon endemik Kalimantan.
Baca juga: Fisipol UGM Gelar Research Week 2024, Sajikan Puluhan Riset dan Kajian
Lokasi penanaman yang dilakukan tim Bala Gadjah Mada memiliki nilai strategis dan simbolis tinggi, yakni di area Miniatur Hutan Tropis yang berdekatan dengan fasilitas glamping Presiden Joko Widodo. Glamping ini sebelumnya digunakan Presiden Joko Widodo saat bermalam untuk meninjau progres pembangunan ibu kota.
Aksi ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak. Tim mahasiswa menggandeng puluhan siswa dari SMPN 27 Penajam Paser Utara (PPU), yang sekolahnya berdekatan langsung dengan kawasan inti IKN. Keterlibatan para siswa bertujuan menanamkan rasa kepemilikan terhadap lingkungan yang kini tengah berubah drastis.
Selain itu, hadir pula berbagai pihak dari Otorita IKN melalui Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) yang memberikan dukungan teknis serta bimbingan mengenai jenis pohon yang sesuai untuk restorasi lahan. Semangat kebersamaan ini semakin kuat dengan kehadiran perwakilan komunitas pecinta alam Pepelingasih Kalimantan Timur yang turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman.
Dalam aksi tersebut, sekitar 50 bibit pohon endemik ditanam di sela-sela pohon Eucalyptus yang masih mendominasi area Miniatur Hutan Tropis. Penanaman ini merupakan langkah awal transisi ekologis. Harapannya, bibit-bibit tersebut akan tumbuh besar dan secara bertahap menggantikan vegetasi industri menjadi hutan yang kaya keanekaragaman hayati.
Aksi ini tidak hanya sekadar menanam bibit, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa SMPN 27 PPU dan komunitas lokal mengenai peran vital hutan hujan tropis dalam menjaga iklim. Melalui kolaborasi ini, tim Bala Gadjah Mada menegaskan bahwa identitas Ibu Kota Nusantara sebagai forest city yang berkelanjutan hanya dapat tercapai jika pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reportase