INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rasya Raditya Hariana, berhasil menyabet gelar Juara 2 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) dalam ajang Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang ini digelar secara daring sejak bulan Maret hingga April 2026.
Capaian mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Kelas Internasional (IGOV) tersebut tidaklah mudah. Ia harus bersaing ketat melawan puluhan mahasiswa terbaik yang mewakili berbagai kampus Muhammadiyah dari seluruh penjuru Indonesia.
Rasya harus melewati rangkaian seleksi yang menguras energi, mulai dari pengumpulan portofolio prestasi unggulan hingga penyusunan gagasan kreatif.
Di tengah kesibukannya mengikuti program magang internasional dan aktif dalam organisasi, Rasya tetap tekun mempersiapkan diri.
Ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada kekuatan ide yang matang serta kemampuan melakukan presentasi menggunakan bahasa Inggris yang baik di hadapan para juri.
“Meskipun poin capaian unggulan saya tidak terlalu kuat, itu justru menjadi motivasi untuk memaksimalkan aspek lain. Ternyata hal tersebut bukan penghalang untuk meraih prestasi,” tutur Rasya.
Inovasi sosial yang membawanya menuju kemenangan diberi nama KI-FEST atau Kotagede Inclusive Festival.
Baca juga: 6 Contoh Pertanyaan Interview Magang dan Cara Menjawabnya, Dijamin Bikin Percaya Diri!
Program ini dirancang sebagai wadah ekonomi kreatif yang ditujukan bagi kelompok penyandang disabilitas di wilayah Kotagede.
Melalui KI-FEST, Rasya ingin memutus mata rantai ketimpangan ekonomi dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi mereka.
Misi utama dari program yang dibuatnya adalah untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap kaum difabel
Rasya ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas bukanlah kelompok yang perlu dikasihani atau menjadi objek bantuan sosial semata.
“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap kelompok rentan, dari yang semula dianggap objek charity menjadi aktor ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Bagi Rasya, penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi membawa tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat bagi orang banyak.
Baca juga: Mahasiswa Baru Wajib Tahu! 7 Keuntungan Ospek di Dunia Perkuliahan
Ia menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menerapkan semangat Al-Ma'un, yaitu tidak hanya terpaku pada teori di dalam kelas, tetapi berani terjun langsung menangani masalah di masyarakat.
Ke depannya, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan KI-FEST agar manfaatnya semakin nyata dirasakan.
Ia juga memberikan pesan penyemangat bagi mahasiswa lainnya agar tidak ragu mengambil peluang dengan prinsip "3M", yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai sekarang.
Prestasi yang diraih membuktikan bahwa mahasiswa berwawasan global pun bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Umy.ac.id