INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Antropologi Universitas Indonesia, Yosua Christian Hia, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) FISIP UI 2026.
Pada 2025 silam, Yosua mulai dikenal melalui ajang Mapres FISIP UI dengan mengangkat isu "Pemberdayaan Masyarakat Adat Nias dalam Menghadapi Diskriminasi Sosial," yang akhirnya mengantarkan dirinya meraih Juara Harapan 1.
Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa isu sosial memerlukan pemahaman yang lebih dalam dari sekadar teori di kelas.
Berbekal pengalaman tersebut, Yosua kembali mencoba peruntungan di tahun 2026. Ia mengembangkan idenya dengan membawakan gagasan bertema "Manajemen Sampah Berbasis Transformasi Budaya."
Baca juga: Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Solusi Perawatan Anak untuk Aktivitas Outdoor
Lewat gagasan tersebut, ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya dapat diselesaikan melalui teknologi, tetapi juga melalui perubahan pola pikir, kebiasaan, dan struktur sosial masyarakat.
“Perubahan pengelolaan sampah harus berangkat dari cara masyarakat memaknai dan berinteraksi dengan lingkungannya. Di situlah pendekatan antropologi menjadi relevan,” tuturnya.
Tak hanya unggul dari sisi pemaparan gagasan, Yosua juga aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan sosial. Ia terlibat dalam sejumlah kompetisi, menjadi juri dalam beberapa kesempatan, dan ikut serta dalam program pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional hingga internasional.
Konsistensi dan dedikasi tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih Juara 1 Mapres FISIP UI 2026, lalu lolos ke tingkat universitas hingga akhirnya menembus enam besar terbaik.
Baca juga: Taklukkan Lawan Tangguh, Mahasiswa UNAIR Jadi Juara 1 Pencak Silat Nasional
Prestasi ini membuktikan Ilmu Antropologi memiliki keterkaitan dalam menjawab persoalan yang masyarakat hadapi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fisip.ui.ac.id