Sabtu, 25 APRIL 2026 • 17:00 WIB

Unpad Pastikan UTBK Adil dan Inklusif, Peserta Disabilitas Difasilitasi Maksimal

Author

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita (paling kanan), saat melakukan peninjauan pelaksanaan UTBK SNBT 2026 (unpad.ac.id)

INDOZONE.ID - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 2026 di Universitas Padjadjaran (Unpad) berjalan dengan lancar.

Memasuki hari ketiga, pada 23 April 2026, seluruh rangkaian ujian dilaporkan tertib, lancar, dan penuh rasa kemanusiaan. 

Baca juga: ProVisi Gandeng UNPAD, Cetak Inovator Muda Lewat Workshop Intelligent Systems Academy 2026

Unpad tidak hanya berfokus pada teknis pelaksanaan, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi seluruh peserta.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah kesigapan panitia saat membantu peserta yang sedang mengalami kendala fisik.

Muhammad Nabil Rifqi, seorang peserta asal Semarang, harus mengikuti ujian dengan bantuan kruk akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa hari sebelum jadwal tes.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Sebab, pihak Unpad memberikan respons cepat terhadap permohonan bantuan dari orang tuanya.

“Alhamdulillah, saya cukup terbantu dengan fasilitas yang ditawarkan. Awalnya ruangan saya berada di lantai tiga, kemudian dipindahkan dan difasilitasi di lantai satu agar lebih mudah diakses,” ungkap Nabil.

Nabil, peserta yang mengikuti ujian dengan bantuan kruk akibat kecelakaan (unpad.ac.id)

Langkah ini dilakukan guna memastikan aksesibilitas dan kenyamanan peserta selama mengerjakan soal.

Baca juga: UNAND Hadirkan UTBK Inklusif, Sebelas Peserta Disabilitas Dapat Fasilitas Khusus

Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menegaskan bahwa meskipun Nabil ditempatkan di ruang khusus, standar pengawasan tetap diberlakukan untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta.

“Kami (Unpad) fasilitasi dengan melaksanakannya di tempat khusus, namun tetap dengan pengawasan yang ketat,” tegasnya.

Unpad juga menyediakan fasilitas bagi peserta disabilitas. Pada gelombang ujian kali ini, terdapat empat peserta disabilitas, yang terdiri dari dua peserta tunarungu (teman Tuli) dan dua peserta disabilitas fisik.

Untuk mendukung kelancaran komunikasi, Unit Layanan Disabilitas Unpad menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk membantu penyampaian arahan kepada peserta teman Tuli.

Peserta seperti Nindira Aulia dan Bilqis Dwi Purnamas memberikan apresiasi tinggi atas fasilitas barrier-free yang disediakan oleh kampus.

Mereka merasa sangat terbantu dengan kesiapan panitia yang aktif menanyakan kebutuhan alat bantu, seperti kursi roda, sehingga proses ujian terasa lebih mudah dan inklusif.

Baca juga: Wujudkan Pendidikan Setara, UNAIR Beri Pelayanan Inklusif bagi 22 Peserta Disabilitas UTBK

“Selama pelaksanaan UTBK, saya bisa memahami arahan dengan bantuan JBI,” tutur Nindira.

Selain aspek pelayanan, Unpad juga memperketat integritas ujian dengan memanfaatkan teknologi mutakhir.

Dalam peninjauan di Gedung Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS), Prof. Arief, mengungkapkan  hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi kecurangan.

Hal ini adalah pengaruh dari penerapan sistem pengenalan berbasis kecerdasan buatan (artificial recognition) yang mampu mendeteksi potensi penyimpangan sejak tahap awal.

Peningkatan teknologi tersebut dipadukan dengan mitigasi yang lebih optimal melalui kerja sama erat dengan panitia pusat.

Rektor berharap kondisi yang kondusif dapat terus terjaga hingga berakhirnya rangkaian UTBK pada April 2026 mendatang.

Dengan sistem pengamanan yang canggih dan pelayanan yang manusiawi, Unpad terus memastikan bahwa setiap calon mahasiswa mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengejar cita-cita akademis mereka.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unpad.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU