Talkshow Inagurasi Google Student Ambassador 2026. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu sumber utama informasi bagi Gen Z di era digital. Tak sedikit kisah sukses anak muda yang menunjukkan bagaimana teknologi ini mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Melalui AI, lahir berbagai cerita inspiratif tentang bagaimana teknologi membuka cara baru bagi mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, hingga menciptakan solusi yang bermanfaat. Salah satunya datang dari Google Student Ambassador (GSA) Graduate, Syahdika Kurnia Azhari, atau yang akrab disapa Dika, mahasiswa Teknik Elektro di Politeknik Negeri Medan.
Sejak kecil, Dika terbiasa melihat ibunya menjalankan usaha kecil berjualan bakso. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap bagaimana sebuah sistem sederhana dapat terus berjalan di tengah berbagai keterbatasan.
Baca juga: Keren! Mahasiswa UBBG Banda Aceh Terpilih Menjadi Google Student Ambassador 2026
Pengalaman itu semakin memperkaya perspektifnya ketika ia menempuh pendidikan di bangku kuliah. Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, Dika sangat senang mempelajari hal-hal yang berfokus pada lingkungan sosial dan cerita-cerita menarik di sekitarnya.
Namun, sudut pandangnya mulai berubah ketika ia mengenal Google Gemini.
“AI mengubah mindset aku. Tepatnya, Google Gemini bisa jadi rekan kita untuk membantu banyak hal,” ujarnya dalam acara Talkshow Inagurasi Google Student Ambassador 2026 di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Bagi Dika, Gemini bukan pengganti praktik, melainkan pelengkap. Ia menggunakannya untuk menguji ide, menyusun pemikiran, hingga memahami sistem secara lebih menyeluruh.
“Aku gunakan salah satu fitur yang paling krusial, yaitu deep research. Aku bisa mengolah data, menganalisis data, dan mencari beberapa hal lain yang bisa aku gunakan untuk laporan praktikum,” imbuhnya.
Menariknya, dengan bantuan AI dan teknologi lainnya, Dika membuat sebuah aplikasi bernama She Success yang memberdayakan para ibu untuk mengembangkan UMKM di Desa Sei Rotan, Deli Serdang, Sumatera Utara.
“Berdasarkan analisis dari Google Gemini, salah satu masalah yang paling krusial saat ini adalah pemberdayaan perempuan dan UMKM. Kami tertarik dan ini menjadi target pengabdian kami,” ungkapnya.
Selama menjalankan misi dari aplikasi yang dibuat sejak Desember 2025 tersebut, Dika berharap dapat memberikan dampak bagi masyarakat luas. Ia sangat bersemangat membantu para ibu di daerah asalnya yang menjalankan bisnis UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan