Perwakilan mahasiswa Google Student Ambassador (ANTARA)
INDOZONE.ID - Sebanyak 800 mahasiswa terpilih mengikuti program pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), yang diadakan oleh Google bertajuk Google Student Ambassador. Ratusan mahasiswa ini berasal dari berbagai universitas di Indonesia.
Mahasiswa terpilih ini telah melewati berbagai seleksi ketat, kurang lebih ada 12.000 pendaftar dari 763 universitas di Indonesia.
Baca juga: 180 Km Nonstop! Ribuan Pelari Ramaikan Wondr ITB Ultra Marathon 2025
"Jadi mahasiswa-mahasiswa di Indonesia harus mengumpulkan video interview, yang mana mereka menyampaikan tentang visi-visinya mereka ketika mereka terpilih,” kata Communications Manager Google Indonesia Feliciana Wienathan di Jakarta, dilansir ANTARA. .
“Kedua, mereka juga diberikan tantangan esai yang dimana penilaiannya harus menggunakan fitur di Gemini," sambungnya.
Baca juga: College Prep Hacks! Strategi Kelas 10 dan 11 Tembus SNPMB dan Masuk Kampus Impian
Para mahasiswa terpilih ini memiliki kesempatan untuk dapat pelatihan generatif AI dan pendampingan secara privat oleh tim ahli Google.
Selain itu, mereka juga dapat pelatihan, dan lokakarya kepemimpinan eksklusif, serta akses ke program Generative AI Leader Certification.
Program ini akan berlangsung selama satu tahun, lalu juga mendorong para peserta buat menyebarkan informasi tentang pemanfaatan AI khususnya dalam sektor pendidikan.
Baca juga: Kembar Anak Buruh Tani dan PRT “One Shoot” Tembus LPDP, Kini Resmi Kuliah Hukum di Melbourne
"Kita harapkan ini bisa bermanfaat untuk mereka karena mereka ini adalah agent of change (agen perubahan), leaders of change, jadi para pemimpin yang membawa perubahan. Selain itu, diharapkan juga lebih banyak lagi pemanfaatan AI yang baik, khususnya di bidang edukasi dan juga pembelajaran," ujar Feliciana.
Baca juga: Program Studi Digital Content Broadcasting Tel-U Sambut Hangat 51 Mahasiswa Baru dalam Acara PKKMB
Melalui aplikasi Gemini, Google menghadirkan banyak fitur untuk dukung proses belajar mengajar, mulai dari Guided Learning yang bisa berfungsi jadi asisten AI pribadi.
Fitur ini bisa memecah konsep secara bertahap, dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, mereka bisa paham suatu topik secara detail dan mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA