Ilustrasi belajar hingga malam (freepik)
INDOZONE.ID - Siapa yang nggak relate dengan pepatah "ada langit di atas langit" ?
Diterima di kampus ternama saja sudah sulit, tapi kamu sering melihat teman yang suka tidur di kelas atau nongkrong tiap hari, tapi tetap dapat nilai A. Sementara kamu buka buku catatan saja rasanya sudah berat.
Kisah Ario Muhammad ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang ngalami hal serupa.
Seorang alumni PhD University of Bristol, Inggris, yang berhasil lulus karena menolak menyerah pada keterbatasan.
Sejak awal, Ario sadar dirinya lemah dalam banyak hal, mulai dari programming, statistik, sampai academic writing. Meski sedang menempuh S3, latar belakang S1 dan S2-nya justru jauh berbeda.
Karena itu, ia bekerja lebih giat dibandingkan teman-temannya. Saat orang lain punya pondasi pendidikan kuat, Ario tahu ia harus mengejar banyak hal baru.
Di saat teman-temannya lulusan universitas top dunia dan bahkan sudah mengajar di kampus ternama, ia harus berjuang tiga kali lipat.
Baca juga: Perjalanan Inspiratif Evan Haydar, Mahasiswa Indonesia yang Sukses Meniti Karier di Tesla
Ibarat jam kerja, normalnya orang 9 to 5, Ario justru terbiasa belajar 6 to 11 selama PhD. Hasilnya? Ia lulus lebih cepat, hanya 3 tahun 2 bulan, dari rata-rata 4-5 tahun.
Kebodohan bukan hal yang bisa dibiarkan. Dan keterbatasan bukan sebuah penghalang. Dengan kerja keras, kekurangan bisa tertutupi. Mau seperti Ario yang kalahkan rasa kekurangan jadi pencapaian? Coba terapkan 5 cara berpikir ini:
Baca juga: Nggak Selalu Sejalan, Ini 4 Orang Sukses yang Pekerjaan dan Jurusan Kuliahnya Beda!
Minder itu wajar, tapi gunakan sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Kesadaran akan kelemahan bisa jadi alarm untuk memperbaiki diri.
Masuk jurusan baru atau bidang asing kadang bikin grogi. Tapi seperti Ario yang start from zero di statistik dan programming, semua bisa terkejar dengan kerja keras.
Baca juga: Rahasia Sukses Ala Maudy Ayunda: Ini 5 Buku yang Wajib Dibaca Mahasiswa!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@ariomuhammad