Selasa, 28 APRIL 2026 • 17:20 WIB

Mahasiswa UNY Bantu UMKM Rengginang di Kulon Progo Naik Kelas Lewat Rebranding Digital

Author

Mahasiswa UNY membantu pengembangan identitas merek dan pemasaran digital kepada warga (uny.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa dari Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), melakukan pendampingan digital kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kulon Progo.

Tujuannya untuk melakukan rebranding digital bagi produk lokal agar memiliki identitas merek yang lebih kuat dan mampu bersaing di kancah nasional. 

Baca juga: Kisah Inspiratif Mahasiswa Unsoed, Bangkit dari Cedera hingga Berhasil Juara Taekwondo Nasional

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Duwet, Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang ini menyasar usaha rengginang bermerek “Leo” yang dikelola oleh warga setempat.

Kelompok mahasiswa yang menginisiasi program diketuai oleh Entin Listiani, dengan dukungan sembilan rekan lainnya, yaitu Linda Dwi Rahmawati, Eko Wardoyo, Gadissya Putri Atyanto, Yunita Wahyu Faradina, Lintang Acantya Naraiswari Rahman, Bagus Ahmad Nur Fadilah, Septi Nuryani, Panca Azril Mutaqin, dan Faiz Ahmad Qushayyi.

Selama masa pendampingan, tim mahasiswa memberikan bantuan teknis yang sangat komprehensif untuk memodernisasi operasional bisnis.

Langkah-langkah yang diambil meliputi pembuatan katalog produk yang menarik, penyediaan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, pembuatan akun email bisnis, hingga optimasi Linktree untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan.

Mereka juga membantu dalam hal fotografi produk dan pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran utama guna menjangkau konsumen di luar wilayah Kulon Progo. 

Usaha rengginang "Leo" milik warga setempat (uny.ac.id)

Baca juga: Solusi Keresahan Konsumen, Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Kembangkan Alat Verifikasi Kemurnian BBM Independen

Entin Listiani menjelaskan bahwa inisiatif yang dilakukan bertujuan agar UMKM lokal memiliki daya saing tinggi dan tidak mudah tergerus oleh persaingan pasar yang ketat.

“Kami berharap inovasi sederhana seperti perbaikan kemasan dan pemasaran digital dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penjualan,” tutur Entin.

Tim mahasiswa juga memastikan bahwa tiap proses dilakukan secara partisipatif, di mana pemilik usaha dilibatkan langsung agar mereka mampu mengelola strategi digital secara mandiri di masa mendatang.

Respon positif datang dari Iswanta, pemilik usaha rengginang "Leo". Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang selama ini belum pernah terpikirkan dalam menjalankan usahanya.

“Saya jadi lebih memahami pentingnya tampilan produk dan cara memasarkan secara online. Sekarang produk kami terlihat lebih menarik dan siap bersaing,” ungkapnya. 

Baca juga: Inovasi Bionghum Mahasiswa UPER, Ubah Limbah Sorgum Jadi Produk Bernilai Hingga Pendapatan Petani Naik 40 Kali Lipat!

Iswanta berharap program pendampingan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Dengan sinergi yang baik antara akademisi dan pelaku usaha, UMKM di Dusun Duwet diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekonomi lokal yang kuat dan mandiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uny.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU