Selasa, 19 MEI 2026 • 12:00 WIB

Belajar Kimia Sambil Membatik, Inovasi BATIKIN Mahasiswa Satukan Sains dan Budaya Nusantara

Author

Mahasiswa UM mempermudah pemahaman materi asam-basa kepada siswa-siswi SMAN 1 Malang dengan pendekatan yang lebih interaktif (um.ac.id)

INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), memperkenalkan metode pembelajaran bertajuk BATIKIN (Batik Kimia Nusantara) di kelas XI-G SMAN 1 Malang.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada akhir April lalu, di mana para siswa tampak antusias mempelajari BATIKIN, sebuah inovasi yang menggabungkan kerumitan rumus kimia dengan keindahan warisan budaya lokal. 

Baca juga: Seru! Mahasiswa Vokasi UNAIR Ajak Anak Indonesia di Malaysia Belajar Budaya Nusantara

Program kreatif ini dipelopori oleh enam mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yaitu Ayu, Ghinan, Ais, Pashya, Tasya, dan Dynar.

Inovasi yang mereka ciptakan lahir sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap rendahnya tingkat literasi kimia di kalangan pelajar, khususnya pada materi asam-basa yang sering dianggap sulit dipahami dan kurang relevan dengan kehidupan nyata.

Menghidupkan Teori Melalui Budaya

“Pembelajaran kimia harus bisa dirasakan manfaatnya oleh siswa, bukan sekadar dihafal,” tutur tim pengembang.

Melalui BATIKIN, konsep asam-basa yang biasanya hanya ada di buku teks dapat diubah menjadi kegiatan praktikum yang menyenangkan.

Proyek ini juga bukan sekadar tugas kuliah biasa, melainkan bagian untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni mewujudkan pendidikan berkualitas.

Sebenarnya, persiapan telah dilakukan secara matang sejak awal tahun 2026. Dimulai dari studi literatur pada akhir Januari hingga perancangan konsep yang detail.

Proses pembuatan media pembelajarannya sendiri memakan waktu satu bulan penuh, dari Maret hingga April, sebelum akhirnya dipraktikkan langsung kepada para siswa.

Baca juga: Petra Parade 2026 Jadi Wadah Siswa SMA Temukan Potensi dan Arah Karier Sejak Dini

Eksperimen dengan Ethnochem Kit

Dalam kegiatan yang diselenggarakan, para siswa diperkenalkan Ethnochem Kit. Perangkat praktikum sederhana ini berisi buku panduan, kertas bergambar pola batik, cotton bud, serta bahan-bahan alami seperti kunyit sebagai indikator alami, serta cairan sampel berupa cuka dan sabun.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan percobaan membatik berbasis kimia.

Cara yang dilakukan cukup unik, larutan kunyit dioleskan ke kertas batik, kemudian siswa menggunakan cotton bud yang telah dicelupkan ke cairan asam (cuka) atau basa (sabun) untuk menggambar di atasnya.

Hasilnya bisa terlihat dalam bentuk perubahan warna. Saat terkena bahan basa, warna kunyit berubah menjadi merah kecokelatan, sementara saat terkena asam, warnanya berubah menjadi kuning cerah.

Proses tersebut memberikan visualisasi nyata kepada siswa tentang sifat zat kimia melalui goresan seni batik.

Siswa siswi melakukan percobaan membatik berbasis konsep asam-basa (um.ac.id)

Baca juga: 5 Alasan Jurusan Pendidikan Teknik Kriya Cocok untuk Pecinta Seni dan Budaya

Hasil yang Memuaskan

Sebelum memulai sesi, hasil pre-test menunjukkan bahwa lebih dari separuh siswa (58 persen) masih bingung membedakan antara asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, setelah belajar menggunakan media BATIKIN, pemahaman mereka melonjak drastis.

Rata-rata skor ujian siswa meningkat menjadi 94,5. Sebanyak 89 persen siswa menyatakan bahwa BATIKIN sangat membantu dalam memahami keterkaitan kimia dengan aktivitas harian mereka.

Tak hanya itu, sekitar 73 persen siswa juga mengakui bahwa belajar kimia melalui pendekatan budaya seperti membatik jauh lebih menarik dan tidak membosankan dibandingkan metode ceramah biasa.

Inovasi BATIKIN membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat dicapai dengan cara-cara kreatif.

Dengan memadukan sains dan budaya, siswa tidak hanya menjadi lebih pintar secara akademis, tetapi juga semakin mencintai dan bangga terhadap identitas budaya Nusantara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU