INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan inovasi pangan lokal berupa cookies berbahan dasar tepung ganyong bernama Ganny Bite.
Produk tersebut dikembangkan sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Biologi untuk pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendukung isu ketahanan pangan.
Inovasi tersebut digagas oleh Kelompok 3 Offering C yang beranggotakan Arni Tri Habsari, Dwi Ainun Najah, Luthfi Salsa Dewi, Muhammad Dul Firdaus, dan Nayla Salsabila Ramadhani.
Melalui proyek ini, mereka berupaya memperkenalkan olahan ganyong dalam bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan selera kalangan anak muda.
Baca juga: Mahasiswa Teknik Industri UAJY Magang di Thailand, Kembangkan Robot Mirip Tangan Manusia
Pengembangan Ganny Bite berawal dari keresahan tim terhadap semakin rendahnya pemanfaatan tanaman ganyong di masyarakat.
Padahal, komoditas lokal tersebut memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua tim, Muhammad Dul Firdaus, mengatakan produk ini dirancang untuk menunjukkan bahwa pangan lokal juga dapat diolah menjadi makanan modern yang memiliki daya tarik tersendiri.
Menurutnya, inovasi berbasis bahan lokal perlu terus dikembangkan agar mampu bersaing dengan olahan pangan populer lainnya.
Baca juga: Terinspirasi dari Rumah Panggung, Mahasiswa UB Raih Juara 1 dengan Konsep Rumah Anti Banjir
“Melalui produk ini kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal seperti ganyong dapat diolah menjadi produk modern yang menarik dan memiliki potensi pasar,” jelasnya.
Sebelum proses pengembangan produk, tim terlebih dahulu melakukan observasi lapangan, wawancara dengan petani ganyong, studi literatur, hingga pemetaan masalah terkait pemanfaatan tanaman tersebut.
Produk yang dikembangkan juga telah melalui uji organoleptik kepada 46 responden. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden memberikan respon positif.
Setelah menyelesaikan penelitian dan pengembangan produk, mahasiswa turut mengimplementasikan hasil proyek tersebut sebagai media pembelajaran di SMAN 1 Kepanjen pada 18 Mei 2026.
Baca juga: Teknik Industri Belajar Apa? Ini Penjelasan yang Sering Disalahpahami Banyak Orang
Produk ini juga dinilai mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kliping.um.ac.id