INDOZONE.ID - Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengambil langkah dalam menjaga warisan tradisi melalui penyelenggaraan Festival Dolanan Anak.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Sub Direktorat Konservasi ini dilaksanakan pada 19 Mei 2026 lalu, di Kampung Budaya UNNES.
Baca juga: UNNES Bekali 1.267 Mahasiswa KIP-K dan Afirmasi Melalui Pembinaan Inspiratif 2026
Tujuan festival ini adalah memberikan ruang bagi anak-anak agar dapat berinteraksi langsung dengan permainan tradisional. Selain itu, festival ini pun diharapkan memperdalam pemahaman mengenai nilai-nilai seni dan budaya sejak usia dini.
Dalam festival tersebut, terdapat dua kategori utama yang diperlombakan, yakni Lomba Ketapel dan Lomba Folklor.
Melalui kompetisi ini, anak-anak diajak untuk merasakan keseruan permainan fisik dan cerita rakyat yang mungkin jarang mereka temui di era modern dengan dunia digitalnya.
Selain sebagai ajang perlombaan, festival juga menjadi sarana pengenalan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Penyelenggaraan acara melibatkan kolaborasi strategis dengan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.
Menariknya, festival tidak hanya fokus pada permainan anak, tetapi merangkul pelaku UMKM binaan dari Kelurahan Tanjung Mas.
Baca juga: LIMA UNIFEST 2026: IP Baru yang Mengubah Wajah Festival Kampus di Indonesia
Keterlibatan UMKM bertujuan untuk membantu mempromosikan produk-produk lokal kepada masyarakat luas. Oleh sebab itu, festival juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Sub Direktorat Konservasi UNNES, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi pada anak-anak.
“Festival ini menjadi upaya mengenalkan nilai seni budaya kepada anak-anak. Selain pengenalan, juga ada penguatan nilai karakter, kreativitas, dan inovasi, terlebih saat ini anak-anak hidup di era digital,” ungkapnya.
Melalui bermain permainan tradisional, anak-anak belajar cara bersosialisasi dan berinteraksi secara sehat dengan teman sebaya.
Senada dengan hal tersebut, Anindhyta Putri Pradipta, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah Dasar Labschool, menyatakan festival ini sejalan dengan visi sekolah dalam mendukung konservasi budaya.
Baca juga: Belajar Kimia Sambil Membatik, Inovasi BATIKIN Mahasiswa Satukan Sains dan Budaya Nusantara
“Ini bagian dari salah satu visi kami terhadap konservasi budaya. Anak-anak bisa mengenal permainan tradisional yang mengasyikkan dan menyenangkan untuk membangun karakter,” tuturnya.
Melalui Festival Dolanan Anak, UNNES berharap agar generasi penerus tetap mencintai dan melestarikan budaya bangsa.
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, penguatan pendidikan karakter melalui media permainan tradisional diharapkan menjadi benteng bagi anak-anak dalam menjaga identitas budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unnes.ac.id