Jumat, 22 MEI 2026 • 15:57 WIB

Kenapa Pendidikan di Korea Selatan Sangat Kompetitif ketimbang Indonesia? Ini Alasan di Baliknya

Author

Yonsei University. (news.yonsei.ac.k)

INDOZONE.ID - Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan paling kompetitif di dunia.

Salah satu target utama banyak siswa SMA di Korsel adalah masuk ke SKY, sebutan untuk tiga kampus elite di negara tersebut, yakni Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.

Persaingan makin terasa karena Korsel memiliki ujian masuk perguruan tinggi bernama Suneung atau CSAT (College Scholastic Ability Test).

Bahkan, pada hari pelaksanaan Suneung, berbagai aktivitas di penjuru negeri ikut menyesuaikan demi menjaga kelancaran ujian tersebut, seperti jadwal penerbangan yang disesuaikan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta ujian pada hari pelaksanaan.

Baca juga: RS UNAND Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bantu Anak-anak Raih Masa Depan Cerah

Lalu, apa saja perbedaan sistem pendidikan Korea Selatan dan Indonesia? Berikut penjelasannya.

Perbedaan Sistem Pendidikan Korea Selatan dan Indonesia

1. Kurikulum dan Metode Pembelajaran

Sistem pendidikan Korea Selatan lebih berfokus pada penguatan kemampuan akademik, khususnya di bidang sains, matematika, dan bahasa Inggris. 

Metode pembelajarannya juga cenderung menekankan pada hafalan materi dan latihan soal secara intensif untuk mempersiapkan berbagai ujian atau tes.

Sementara itu, sistem pendidikan di Indonesia lebih berfokus pada pengembangan karakter dan nilai moral berdasarkan Pancasila.

Kurikulum di Indonesia juga dinilai lebih fleksibel karena tidak hanya fokus pada mata pelajaran tertentu saja.

Dari sisi metode belajar, Indonesia juga lebih menjunjung pembelajaran aktif dan partisipatif, tempat siswa diajak berdiskusi, bekerja sama, dan memahami materi.

Baca juga: Siswa SMA Belajar Kelola Sampah di TPST UNDIP, Mulai dari Teori hingga Praktik Langsung

2. Sistem Penilaian dan Evaluasi

Di Korea Selatan, nilai akademik adalah salah satu faktor utama dalam sistem pendidikan. Persaingan antarsiswa sangatlah tinggi karena hasil ujian dianggap menentukan masa depan pendidikan hingga karier mereka.

Hal ini membuat banyak siswa di Korea Selatan memiliki jam belajar yang sangat panjang setiap harinya, bahkan mengikuti kelas tambahan di luar sekolah.

Berbeda dengan itu, sistem pendidikan Indonesia cenderung lebih santai dan tidak sepenuhnya berorientasi pada nilai akademik semata.

Selain prestasi belajar, siswa juga diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan nonakademik serta membangun keterampilan sosial dan karakter diri.

Baca juga: Dosen UNJ Ubah Jilbab Bekas Jadi Gantungan Tas, Gandeng Komunitas Perempuan Malaysia

3. Karakter Siswa yang Dibentuk

Sekolah-sekolah di Korea Selatan umumnya menargetkan siswa yang disiplin, pekerja keras, mampu bersaing secara global, dan memiliki kemampuan bahasa asing yang baik.

Selain itu, budaya menghormati orang tua dan guru juga menjadi bagian penting dalam kehidupan pendidikan di Korea Selatan.

Sementara di Indonesia, pendidikan lebih banyak menekankan pada pembentukan karakter yang baik secara moral, serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

Baca juga: Angkat Potensi Energi di Flores, Tim ITB Juara 1 Kompetisi Geotermal Nasional 2026

4. Akses dan Kualitas Pendidikan

Korea Selatan dikenal memiliki kualitas pendidikan yang relatif merata di berbagai wilayah. Akses terhadap fasilitas pendidikan juga lebih mudah dijangkau oleh masyarakat secara lebih luas.

Di Indonesia, kondisi tersebut masih menjadi tantangan karena kualitas pendidikan antardaerah belum sepenuhnya merata.

Misalnya, sistem pendidikan di daerah tidak selalu sebagus di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Apalagi, jika berbicara soal tenaga pendidik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Flip

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU