Jelang PPL, Ratusan Mahasiswa PPG Unesa Dibekali Keterampilan Pramuka Sebelum Terjun ke Sekolah
INDOZONE.ID – Menjelang diterjunkan ke sekolah-sekolah, ratusan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan pembekalan khusus.
Pada 23 Mei 2026, para calon guru gelombang pertama tahun 2026 berkumpul di lingkungan Kampus II Lidah Wetan untuk mengikuti agenda Pembekalan Keterampilan Kepramukaan.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis Unesa dalam memperkuat kompetensi dan karakter para calon pendidik sebelum mereka menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di berbagai satuan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Unesa menggandeng Gugus Depan Pramuka Unesa Surabaya 413 untuk memberikan materi yang komprehensif.
Baca juga: DWP Unesa Gelar Pelatihan Melukis Jilbab untuk Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga
Bekal Penting Sebelum Terjun ke Sekolah
Kepala BPPG Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting karena mahasiswa dijadwalkan mulai mengajar di sekolah-sekolah pada semester kedua, tepatnya sekitar bulan Juli mendatang.
“Mahasiswa nanti akan melaksanakan PPL terbimbing di berbagai satuan pendidikan. Di sekolah-sekolah itu ada kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan, sehingga mahasiswa perlu dibekali pemahaman dan keterampilan kepramukaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fatkur menekankan bahwa Pramuka adalah sarana efektif untuk membangun karakter.
Melalui nilai-nilai kepramukaan, para calon guru diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme, kepemimpinan, sikap gotong royong, serta kepedulian tinggi terhadap sesama.
Baca juga: UMS Kukuhkan Dua Guru Besar, Angkat Isu UMKM dan Mental Health
Menanamkan Prinsip Hidup dan Nilai Dasar
Dalam sesi materi, Pembina Gugus Depan Surabaya 413, Suyatno, memaparkan fondasi utama menjadi seorang pembina Pramuka yang ideal.
Ia menjelaskan bahwa gerakan Pramuka berlandaskan pada iman dan takwa kepada Tuhan, serta kepedulian terhadap bangsa, lingkungan, dan diri sendiri.
Peserta diingatkan kembali untuk selalu menaati kode kehormatan, yaitu Tri Satya dan Dasa Dharma.
Suyatno juga mengungkapkan bahwa Pramuka bertujuan membentuk tiga aspek utama pada diri seseorang: kebangsaan (cinta tanah air), kecakapan (keterampilan hidup), dan karakter (akhlak mulia).
Ia memperkenalkan konsep empat tujuan hidup dalam Pramuka yang dikenal dengan sebutan 4H, yaitu, happiness (Kebahagiaan), health (Kesehatan), help (Menolong sesama), handicraft (Keterampilan tangan atau kecakapan).
“Pramuka bukan sekadar kegiatan luar ruang, tetapi proses pendidikan karakter yang melengkapi pendidikan keluarga dan sekolah,” ujarnya.
Baca juga: 6 Rekomendasi Sekolah Kedinasan di Indonesia, Cocok Buat Kamu yang Cari Karier dan Gaji Stabil
Antusiasme Mahasiswa: Menyegarkan Ilmu Lama
Kegiatan ini disambut hangat oleh para peserta, salah satunya Sri Liana Ali, mahasiswa dari prodi Bimbingan dan Konseling.
Ia mengaku sangat senang karena metode yang digunakan adalah experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung.
"Senang karena bisa refresh ilmu lama dan banyak praktik langsung. Pramuka juga bukan sekadar kegiatan formal, tetapi pendidikan nonformal yang bermanfaat untuk jangka panjang, terutama terkait keterampilan menghadapi situasi lapangan,” ungkapnya penuh semangat.
Melalui pembekalan ini, Unesa berharap para lulusan PPG tidak hanya menjadi pengajar yang pintar di depan kelas, tetapi juga menjadi sosok teladan dan siap berkontribusi dalam kegiatan kesiswaan di sekolah tempat mereka bertugas nantinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id