INDOZONE.ID – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil mengembangkan cara untuk mengubah sisa-sisa pengolahan ikan tuna menjadi produk kolagen yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selama ini, bagian ikan tuna seperti tulang, duri, dan kulit seringkali dibuang begitu saja tanpa pengolahan yang maksimal.
Padahal, bagian-bagian tersebut menyimpan potensi besar sebagai bahan baku industri kosmetik, farmasi, hingga makanan.
Hal inilah yang mendorong Zahra Firdaus, seorang mahasiswa Program Doktor Pendidikan Biologi UM, untuk melakukan penelitian berbasis bioprospeksi guna mengeksplorasi manfaat dari limbah tersebut.
Zahra, bersama tim peneliti dan dosen pembimbingnya, melakukan pengujian di laboratorium untuk memastikan kandungan kolagen dalam duri ikan tuna.
Tak hanya itu, tim UM juga merancang model pengolahan sederhana yang nantinya dapat diterapkan langsung oleh para pelaku UMKM di wilayah pesisir Pacitan.
Proses pembuatannya sendiri mencakup beberapa langkah, mulai dari membersihkan sisa ikan, menghilangkan kadar lemak dan mineral, melakukan ekstraksi, hingga akhirnya dikeringkan menjadi bentuk serbuk.
Inovasi yang diciptakan disambut baik oleh pelaku usaha lokal, salah satunya Ibu Sari, pengusaha tahu tuna di Pacitan.
Baca juga: Mahasiswa ITB Juara Kompetisi Internasional Petrolida 2026, Usung Inovasi Migas Rendah Karbon
“Setiap hari produksi pasti menghasilkan sisa duri dan bagian ikan lainnya. Selama ini kami hanya memisahkan dari daging yang akan diolah, tetapi belum ada pemanfaatan lebih lanjut karena fokus kami masih pada kualitas produk utama,” tuturnya.
Menurutnya, pendampingan dari pihak kampus UM sangat membantu UMKM dalam memahami cara mengelola limbah agar menghasilkan keuntungan tambahan.
Pemanfaatan limbah tuna mengusung konsep ekonomi sirkular, di mana seluruh bagian ikan digunakan secara optimal sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia ke lingkungan.
Selain mampu meningkatkan pendapatan nelayan dan UMKM, langkah yang dibuat juga efektif mengurangi pencemaran di area pantai.
Inisiatif ini turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal pertumbuhan ekonomi, produksi yang bertanggung jawab, dan pelestarian ekosistem laut.
Baca juga: Dua Hari Produksi, Mahasiswi Unila Sabet Juara 3 Kompetisi Video Kreatif Internasional
Dengan adanya kerja sama antara universitas, pemerintah, dan masyarakat, Pacitan berpeluang besar bertransformasi menjadi pusat industri olahan laut berbasis bioteknologi yang ramah lingkungan.
Melalui sentuhan ilmu pengetahuan, limbah yang dulunya dianggap sampah kini siap menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Um.ac.id