Selasa, 09 JUNI 2026 • 14:00 WIB

Yayasan Insive Bersama Alumni UGM Lakukan Aksi Konservasi Pesisir di Bantul: Tanam 100 Mangrove dan Lepas 20 Tukik

Author

Yayasan Inisiasi Berkelanjutan Indonesia (Insive) gelar aksi konservasi dan restorasi ekosistem pesisir di kawasan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4–5 Juni 2026. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID -  Alumni dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Yayasan Inisiasi Berkelanjutan Indonesia (Insive), menggelar kegiatan pelestarian lingkungan pesisir di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 - 5 Juni 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut, mencakup pelepasan tukik, pembersihan pantai, dan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Kegiatan diawali dengan pelepasan 20 ekor tukik lekang di kawasan Pantai Goa Cemara. Dalam pelaksanaannya, tukik ditempatkan menggunakan batok kelapa sebagai media perlindungan sebelum bergerak menuju laut.

Program Manager Yayasan Insive sekaligus alumnus Fakultas Biologi UGM, Aldina Himmarila M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi generasi muda dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir dan keanekaragaman hayati laut.

Baca juga: Masih Ragu Lanjut S2? Ini 5 Alasan Melanjutkan Kuliah S2 setelah Lulus S1

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk aksi nyata dan kepedulian generasi muda dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir,” jelasnya.

Selain pelepasan tukik, Yayasan Insive juga menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Baros. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir.

Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah yang didominasi plastik sekali pakai, styrofoam, popok sekali pakai, dan berbagai jenis limbah nonorganik lainnya.

Sampah yang terkumpul selanjutnya diserahkan kepada pengelola Pantai Baros untuk diolah dan didaur ulang.

Baca juga: Sempat Gagal 10 Kali, Mahasiswa UIN Jakarta Ini Akhirnya Juara 1 Kompetisi Bahasa Inggris Nasional UNESHCO 2026

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Yayasan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Baros melakukan penanaman 100 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Baros.

Penanaman ini menjadi bagian dari upaya restorasi lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi dan erosi.

Selain berfungsi menjaga garis pantai, mangrove juga memiliki peran penting sebagai habitat berbagai biota pesisir, termasuk ikan, kepiting, udang, dan sejumlah spesies burung.

Keberadaan mangrove turut mendukung keseimbangan ekosistem sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan bagi masyarakat setempat.

Baca juga: Kalahkan Banyak Kampus, IPB University Juara Umum Mahasiswa Berdampak 2025 Kemdiktisaintek

Kolaborasi antara alumni dan mahasiswa UGM diharapkan dapat menjadi contoh gerakan berkelanjutan, yang mendorong upaya pelestarian ekosistem pesisir di berbagai daerah Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU