Rabu, 10 JUNI 2026 • 12:58 WIB

Masih Sering Tertukar? Ini Perbedaan Tinjauan Pustaka dan Landasan Teori dalam Skripsi

Author

Ilustrasi mahasiswa bimbingan skripsi (Freepik)

INDOZONE.ID - Salah satu permasalahan yang paling sering ditemukan dalam proses bimbingan skripsi adalah mahasiswa masih belum mampu membedakan antara tinjauan pustaka dan landasan teori.

Tidak sedikit mahasiswa yang memasukkan teori ke dalam bagian tinjauan pustaka atau sebaliknya menjadikan penelitian terdahulu sebagai landasan teori.

Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam metodologi penelitian. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan tinjauan pustaka dan landasan teori.

Baca juga: Tips Mendapatkan Responden Penelitian Skripsi Tanpa Ribet dan Tepat Sasaran

Memahami Hakikat Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka merupakan bagian berisi pembahasan mengenai berbagai penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang sedang diteliti.

Fokus utamanya bukan menjelaskan teori, melainkan menelaah apa saja yang telah diteliti oleh para peneliti sebelumnya.

Dalam penyusunannya, mahasiswa perlu mengidentifikasi penelitian-penelitian yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian.

Setiap penelitian yang dibahas tidak hanya disebutkan judul dan penelitinya, tetapi juga dijelaskan tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta hasil yang diperoleh.

Setelah itu, mahasiswa harus melakukan analisis dengan membandingkan penelitian-penelitian tersebut dan mengaitkannya dengan penelitian yang akan dilakukan.

Proses perbandingan ini menjadi inti dari tinjauan pustaka. Mahasiswa perlu menjelaskan persamaan dan perbedaan antara penelitian terdahulu dengan penelitian yang sedang dirancang.

Dari proses tersebut akan terlihat celah penelitian atau research gap, yaitu aspek yang belum banyak dikaji atau belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya.

Kehadiran research gap inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan. 

Baca juga: UNS Resmi Kerja Sama dengan Kampus Top Tiongkok, Ada Program Pertukaran Mahasiswa

Memahami Hakikat Landasan Teori

Landasan teori merupakan bagian yang berisi konsep, definisi, model, atau teori yang digunakan untuk memahami dan menganalisis fenomena penelitian.

Landasan teori berfokus pada kerangka konseptual yang digunakan peneliti untuk menjelaskan data yang diperoleh.

Teori yang dipilih akan membantu peneliti memahami fenomena yang diteliti secara lebih ilmiah dan sistematis.

Oleh karena itu, teori yang dicantumkan dalam penelitian tidak boleh dipilih secara sembarangan. Teori harus relevan dengan fokus penelitian dan benar-benar digunakan dalam proses analisis data.

Ketika penelitian telah memasuki tahap analisis data, indikator-indikator dalam teori itulah yang akan digunakan sebagai alat untuk membaca dan menafsirkan temuan di lapangan.

Dengan kata lain, teori berfungsi sebagai pisau analisis yang membantu peneliti menjelaskan makna dari data yang diperoleh.

Karena berfungsi sebagai alat analisis, landasan teori tidak cukup hanya berisi kumpulan definisi dari berbagai sumber.

Mahasiswa perlu menjelaskan hubungan antar konsep sehingga membentuk kerangka pemikiran yang utuh dan logis. Semakin jelas hubungan antar konsep yang dijelaskan, semakin kuat pula dasar teoritis penelitian yang dilakukan. 

Baca juga: Siswa SMA Belajar Kelola Sampah di TPST UNDIP, Mulai dari Teori hingga Praktik Langsung

Memahami perbedaan antara tinjauan pustaka dan landasan teori merupakan langkah penting dalam menyusun skripsi yang berkualitas.

Apabila mahasiswa mampu membedakan keduanya dengan baik, Bab II tidak lagi menjadi bagian yang membingungkan. Sebaliknya, Bab II akan menjadi fondasi yang kuat bagi keseluruhan penelitian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU