INDOZONE.ID - Memperingati Hari Tanpa Rokok Sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengambil langkah untuk mengedukasi masyarakat.
Pada 24 Mei 2026, para mahasiswa memenuhi kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Solo, mereka mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan area mulut dan gigi.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed Rayakan Hari Susu Nusantara 2026 dengan Edukasi Gizi dan Wisata Peternakan
Gubernur BEM FKG UMS, Isma’il Amri Legowo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul karena masih banyak warga yang belum menyadari dampak buruk tembakau terhadap kesehatan rongga mulut
“Yang sudah banyak orang tahu adalah bahaya merokok bagi paru-paru dan jantung. Padahal di rongga mulut, ada efek yang sangat bahaya, seperti periodontitis,” jelasnya.
Penyakit ini merupakan infeksi serius pada gusi yang jika dibiarkan dapat menghancurkan jaringan lunak serta tulang yang menyangga gigi, sehingga mengakibatkan gigi goyang atau bahkan lepas
Kegiatan yang berlangsung meriah ini, menarik minat sekitar 100 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja, dewasa, hingga lansia.
Para mahasiswa memberikan layanan pemeriksaan kesehatan tubuh secara cuma-cuma, sekaligus melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi gigi dan mulut pengunjung.
Baca juga: Calon Insinyur Muda Unjuk Gigi di Petra Civil Expo 2026, Hadirkan Solusi Infrastruktur Masa Depan
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim menemukan berbagai kondisi, mulai dari gigi berlubang hingga kasus gigi yang sudah tanggal atau ompong.
Selain pemeriksaan, ada juga sesi konsultasi khusus bagi warga lanjut usia, terutama pengguna gigi palsu, untuk memastikan apakah gigi tiruan mereka masih layak digunakan atau perlu segera diganti demi kenyamanan.
Tak hanya fokus pada aspek medis, aksi yang dilakukan juga membawa misi kemanusiaan melalui penggalangan dana.
Bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia, BEM FKG UMS mengajak pengunjung CFD untuk berdonasi guna membantu para pejuang kanker di tanah air.
Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli pada pencegahan penyakit, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama yang membutuhkan dukungan finansial untuk pengobatan.
Baca juga: Ubaya Gelar Pap Smear Gratis, Dorong Perempuan Waspada Kanker Serviks Sejak Dini
Sebagai penutup, Isma’il menekankan bahwa BEM FKG UMS memiliki komitmen jangka panjang untuk terus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Mereka berharap melalui kegiatan rutin seperti ini, kesadaran warga akan pentingnya merawat rongga mulut makin meningkat, mengingat gangguan pada area mulut dapat berdampak negatif pada kesehatan organ tubuh lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ums.ac.id