Kamis, 11 JUNI 2026 • 13:33 WIB

Vanantara 2026: Mahasiswa Unesa Perkuat Branding Kampung Panci dengan Edukasi Gizi dan Kreativitas

Author

Penguatan Branding dan Edukasi Gizi Kampung Sidoarjo (unesa.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengadakan kegiatan bertajuk "Vanantara 2026".

Acara tersebut diselenggarakan pada 7 Juni 2026, di Desa Kebakalan, Kabupaten Sidoarjo. 

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, PPG Unesa Cetak Duta Zero Waste untuk Indonesia

Mengangkat tema besar “Gebyar Kampung Panci 2026: Rayakan Kebersamaan dengan Pesta Gizi di Sentra Panci”, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.

Selain itu, acara juga menjadi ajang praktik langsung bagi para mahasiswa dalam menerapkan ilmu dari mata kuliah Manajemen Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Melalui kegiatan yang dilaksanakan, mahasiswa ditantang untuk mampu merancang dan mengelola sebuah acara berskala besar yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Salah satu misi utama dari Vanantara 2026 adalah memperkuat citra atau branding Desa Kebakalan sebagai "Kampung Panci".

Desa tersebut memang dikenal sebagai sentra produksi alat masak, sehingga mahasiswa berupaya menonjolkan identitas itu sebagai ciri khas kampung tematik yang unik.

Dengan branding yang kuat, diharapkan masyarakat semakin bangga dan mampu meningkatkan partisipasi mereka dalam berbagai aktivitas kreatif yang memajukan desa.

Baca juga: Dua Hari Produksi, Mahasiswi Unila Sabet Juara 3 Kompetisi Video Kreatif Internasional

Rangkaian acara dimulai dengan keceriaan anak-anak tingkat sekolah dasar yang mengikuti lomba hias panci. Dalam kompetisi, media panci yang biasanya digunakan untuk memasak disulap menjadi kanvas lukis yang penuh warna.

Vinda Maya Setianingrum, dosen Ilmu Komunikasi Unesa yang bertindak sebagai juri, mengungkapkan bahwa lomba ini bertujuan untuk memantik imajinasi dan kreativitas anak-anak sejak dini.

Lomba hias panci anak-anak (unesa.ac.id)

Tidak hanya menyasar anak-anak, aspek kesehatan keluarga turut menjadi perhatian serius. Mahasiswa menghadirkan sesi Demo Masak Sehat yang dipandu oleh pakar tata boga, Qorry Aina.

“Pemenuhan gizi keluarga tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan diolah dengan cara yang tepat, masyarakat tetap dapat menyajikan makanan yang sehat, bergizi, dan aman untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga,” paparnya.

Sebagai contoh praktis, warga diperkenalkan dengan menu Tomato Egg Soup. Menu sederhana namun kaya nutrisi ini dipilih karena cara pembuatannya mudah dan bahan-bahannya sangat terjangkau. 

Baca juga: Mikrot, Inovasi Mahasiswi UNY yang Ubah Daun Krokot Jadi Mie Kremez Kaya Nutrisi

Edukasi ini dianggap penting untuk membentuk pola hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan keluarga.

Keseruan berlanjut dengan lomba memasak antarwarga, di mana para peserta berkompetisi mengolah bahan makanan menjadi sajian yang sehat secara kreatif.

Ajang ini tidak hanya menjadi tempat unjuk gigi keahlian memasak, tetapi juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga desa.

Melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia komunikasi pemasaran dan manajemen acara.

Sementara itu, bagi warga Desa Kebakalan, kegiatan ini membawa manfaat tentang peningkatan kesadaran gizi keluarga hingga penguatan identitas desa mereka sebagai pusat kreativitas berbasis potensi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unesa.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU