Itera Unjuk Gigi di Bali Wellness dan Beauty Expo, Hadirkan Inovasi Lokal ke Pentas Industri Nasional
INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menunjukkan keseriusannya dalam mengubah hasil penelitian menjadi produk bermanfaat bagi publik.
Melalui ajang bergengsi Bali Wellness & Beauty Expo, Itera memamerkan berbagai inovasi orisinal karya dosen dan mahasiswa yang siap bersaing di pasar industri.
Baca juga: Mengenal Jurusan Manajemen Industri Katering, Pilihan Tepat bagi Pencinta Kuliner dan Bisnis
Kehadiran kampus Itera adalah langkah besar untuk memperkenalkan potensi kerja sama kepada investor, pelaku usaha, serta masyarakat luas.
Dalam pameran yang diadakan, Itera mengirimkan perwakilan dari Pusat Kelola Karya Intelektual (PKKI) dan Pusat Implementasi Inovasi (PII) yang bergerak di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP).
Kehadiran tim menjadi bukti komitmen kampus dalam mengelola hak kekayaan intelektual serta mendorong hasil riset agar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat dipasarkan secara luas demi kemajuan ekonomi dan industri.
Berbagai program studi di Itera turut ambil bagian dengan membawa karya kreatif mereka. Salah satunya adalah Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) yang menonjolkan sisi budaya lokal Lampung.
Mereka menampilkan aneka desain kain dan pakaian bermotif etnik, aksesori unik, hingga media belajar interaktif yang edukatif.
Selain itu, pengunjung bisa melihat berbagai kartu permainan, buku ensiklopedia budaya, serta cendera mata khas destinasi wisata seperti kartu pos dan stiker yang dikemas dengan visual modern namun tetap menjaga nilai kearifan lokal.
Baca juga: Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa KKN UM Surabaya Perkenalkan Teknologi Fermentasi Tempe Berbasis Listrik
Sektor kesehatan dan kecantikan juga menjadi primadona di gerai Itera. Program Studi Farmasi memperkenalkan produk perawatan tubuh seperti Stelunara Moisturizing Body Lotion, sabun tangan Floravia, hingga pembersih tangan Banavea.
Sementara itu, Program Studi Rekayasa Kosmetik memukau pengunjung dengan deretan produk kecantikan seperti Lunea Lightning Face Mist, pembersih riasan Zelora, hingga scrub kopi Lumina yang memanfaatkan bahan alami.
Tak ketinggalan, Program Studi Teknik Kimia memperkenalkan parfum berkelas dengan aroma khas kayu gaharu.
Di sisi lain, bidang pangan dan ramah lingkungan juga ikut unjuk gigi. Program Studi Teknologi Pangan menciptakan camilan sehat seperti Kerupi (kerupuk dari kulit pisang) dan permen jahe rosella.
Program Studi Kimia menghadirkan Lignoterra, sebuah lilin aromaterapi yang dibuat dari bahan-bahan yang tidak merusak lingkungan.
Bagi pecinta jalan-jalan, Program Studi Pariwisata menawarkan paket wisata unik untuk menjelajahi keindahan Teluk Kiluan dan kebun nilam di Lampung.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed Raih Juara Nasional NEC 2026 lewat Gagasan Pajak Lingkungan
Koordinator kegiatan, Mentari Pratami, M.Si., menjelaskan bahwa partisipasi Itera bertujuan untuk memperkuat posisi kampus di mata industri.
“Melalui pameran ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan sivitas akademika Itera memiliki potensi untuk diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pameran ini adalah wadah yang tepat untuk membangun jaringan dengan para pemodal dan mitra bisnis yang memiliki visi sama dalam mengembangkan sektor kecantikan dan kesehatan.
Menurutnya, kerja sama antar berbagai bidang ilmu, mulai dari sains hingga desain, adalah kunci agar produk Itera memiliki daya saing tinggi dan siap digunakan oleh masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itera.ac.id