Rabu, 17 JUNI 2026 • 11:20 WIB

Bangga! Mahasiswa Unair Kembangkan Balutan Luka Ramah Lingkungan hingga Raih Pendanaan PKM-RE 2026

Author

Mahasiswa Universitas Airlangga berhasil raih pendanaan PKM RE. (ners.unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026 .

Raihan tersebut mereka raih melalui proposal penelitian inovatif di bidang kesehatan, yang berfokus pada pengembangan balutan luka (wound dressing) berbahan alami.

Pengumuman penerima pendanaan tersebut disampaikan melalui laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 22 Mei 2026 silam.

Tim yang meraih pendanaan terdiri atas M. Zain Hisyam Al Fikri Zuhdi dari Fakultas Keperawatan, Desiva Frisillia Afanty dari Fakultas Farmasi, Abdullah Imam Abdul Rahman dari Fakultas Keperawatan, Alya Nur Azizah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Fisti Nisa Nur Azizah dari Fakultas Kedokteran.

Baca juga: UNY Gelar VeggieVolution 2026: Ajang Mahasiswa Tata Boga Pamerkan 96 Produk Pangan Sehat Berbasis Sayuran

Dalam program tersebut, mereka mengusung proposal berjudul “Film Hidrokoloid Inovatif Berbasis Pektin, Maizena, dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis) untuk Aplikasi Wound Dressing”.

Penelitian tersebut tim kembangkan sebagai upaya menghadirkan solusi perawatan luka yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi sektor kesehatan.

Salah satu anggota tim, Abdullah Imam Abdul Rahman, menjelaskan bahwa ide penelitian muncul dari keinginan mereka untuk mendukung konsep pelayanan kesehatan masa depan yang lebih hijau dan efisien.

Baginya, pemanfaatan bahan alami merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan dalam pengembangan produk kesehatan.

Baca juga: Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia menuturkan bahwa tim berupaya mengembangkan balutan luka menggunakan kombinasi biopolimer alami berupa maizena yang dipadukan dengan ekstrak daun teh hijau.

Kandungan tersebut dinilai mampu mendukung proses regenerasi jaringan dan menjadi bahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis tertentu.

Dalam penyusunan proposal, tim mendapat pendampingan dari Prof. Retno Widyowati. 

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung seluruh tahapan penelitian, mulai dari pengembangan material hingga pengujian produk, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif wound dressing pada masa mendatang.

Baca juga:  Sempat Vakum Bertahun-tahun, Mahasiswi UMY Ini Kembali Berprestasi di Kompetisi Panjat Tebing

Keberhasilan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa Unair dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.

Melalui penelitian tersebut, tim berharap inovasi yang mereka kembangkan tidak hanya berhenti pada tahap riset, tetapi dapat terus berkembang menjadi produk kesehatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat luas dan dunia medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ners.unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU