Ilustrasi guru dan murid di Jepang.
INDOZONE.ID - Jepang dikenal sebagai negara dengan masyarakat yang menerapkan gaya hidup bersih dan disiplin dalam membuang sampah. Namun, selain kebersihannya, sistem pendidikan Jepang juga sangat unggul, terutama dalam pendidikan karakter.
Menurut Suryohadiprojo dalam bukunya berjudul “Manusia dan Masyarakat Jepang dalam Perjuangan Hidup” masyarakat Jepang percaya bahwa keadaan seseorang bisa diubah melalui usaha yang sungguh-sungguh.
Baca Juga: Mengenal Program Fast-Track di UNNES: Kuliah S1-S2 dalam Waktu 5 Tahun
Prinsip ini menjadi dasar filosofi pendidikan di Jepang, yang sangat menekankan pada pembentukan karakter. Pemerintah Jepang memberi perhatian besar pada pendidikan, termasuk pendidikan karakter, yang dianggap sebagai pondasi penting dalam kehidupan masyarakat.
Di Jepang, pendidikan karakter dimulai sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, yaitu selama 9 tahun yang wajib diikuti oleh semua anak. Di masa-masa inilah siswa diajarkan nilai-nilai penting seperti kepribadian, watak, dan perilaku sosial. Pendidikan karakter ini disampaikan melalui pendidikan moral atau yang dikenal dengan istilah "doutoku."
Kurikulum pendidikan di Jepang terbagi menjadi tiga kategori: mata pelajaran akademik, pendidikan moral, dan kegiatan khusus. Yang membuat pendidikan Jepang istimewa adalah fokusnya pada pendidikan moral, yang mencakup beberapa aspek penting, antara lain:
Melalui pendidikan moral ini, Jepang berhasil membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berintegritas, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini adalah salah satu kunci keberhasilan Jepang dalam membangun masyarakat yang harmonis dan maju.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku, Jurnal