INDOZONE.ID - Dapet beasiswa luar negeri itu impian banyak orang, siapa sih yang enggak mau kuliah gratis sambil eksplor negara baru? Tapi kadang, meskipun udah belajar mati-matian, ikut pelatihan, sampai rela begadang buat nyusun dokumen, hasilnya tetap gagal.
Sakitnya tuh di hati, ya enggak?
Tapi tunggu dulu, bisa jadi bukan karena kamu kurang pintar atau enggak layak, melainkan karena hal-hal sepele yang sering terlewat, tapi dampaknya fatal.
Biar kamu enggak terus-terusan mengulang kesalahan yang sama waktu daftar beasiswa, yuk kita kupas satu per satu hal-hal sepele yang sering jadi penyebab gagalnya!
Bayangin kamu udah nyusun dokumen rapi seperti CV, motivation letter, sertifikat, semua lengkap. Tapi ternyata file yang kamu upload itu kosong, corrupt, atau malah keliru (contoh: motivation letter ketuker sama essay tugas kuliah).
Ini sering kejadian dan sayangnya, panitia biasanya enggak akan konfirmasi satu-satu. Jadi pastikan kalau file bisa dibuka, format sesuai permintaan (PDF, bukan Word atau JPG), nama file jelas dan profesional.
Baca Juga: Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk Aedes
Iya, kadang hidup sibuk banget. Tapi kalau kamu baru nyiapin berkas H-1 sebelum deadline, jangan heran kalau hasilnya kurang maksimal. Motivation letter jadi generik, CV berantakan, dan niat baikmu enggak sampai ke hati reviewer.
Solusinya? Bikin timeline dari jauh-jauh hari. Kasih waktu buat revisi, minta pendapat orang lain, dan atur semuanya biar enggak buru-buru.
Motivation letter itu bukan sekadar formalitas. Motivation letter itu ibarat surat cinta yang kamu kirim ke para reviewer yang isinya harus bisa meyakinkan mereka kenapa kamu yang paling pantas dikasih kesempatan.
Sayangnya, banyak yang nulisnya terlalu kaku, kayak ngikut template dari internet tanpa diubah. Padahal yang dinilai itu cerita pribadimu seperti pengalaman hidup, mimpi, dan kenapa kamu benar-benar ingin belajar di sana.
Kalau kamu cuma nulis, “Saya ingin kuliah di luar negeri karena ingin menambah wawasan,” ya itu bisa dibilang semua orang juga gitu.
Coba gali lebih dalam. Tunjukin siapa kamu sebenarnya.
Baca Juga: Aksi Sosial HMAN 2025: Tebar Keceriaan, Tumbuhkan Empati Lewat Berbagi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber