Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Senin, 09 JUNI 2025 • 14:35 WIB

Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk Aedes

INDOZONE.ID - Demam Berdarah Dengue alias DBD masih jadi salah satu ancaman serius di negara tropis kayak Indonesia. Penyakit ini disebabkan virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti, dan biasanya mulai ramai pas musim hujan. Soalnya, genangan air di mana-mana jadi tempat sempurna buat nyamuk berkembang biak. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang aware soal pentingnya hidup bersih dan sehat.

Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk AedesCegah DBD (Z Creators/Devi Ariyanti)

Data terakhir menunjukkan, sampai tahun 2019 aja ada lebih dari 138 ribu kasus DBD di Indonesia. Angka yang nggak bisa dianggap remeh, ya. Tapi kabar baiknya, kita bisa banget kok mencegah lonjakan kasus ini dengan langkah-langkah sederhana tapi berdampak besar. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menjalankan program 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang), sampai menanam tanaman pengusir nyamuk kayak sereh, lavender, rosemary, kemangi, dan cengkeh. Fogging sekarang udah nggak terlalu disarankan karena bisa ganggu kesehatan dan lingkungan.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNDIP dan Warga Desa Gedongan Cegah Penyebaran Nyamuk DBD dengan Tanaman Serai

Nah, salah satu desa yang dulunya pernah kena imbas lonjakan kasus DBD adalah Desa Mijen di Kabupaten Demak. Tapi sekarang kondisinya mulai membaik berkat aksi bareng antara warga dan Dinas Kesehatan. Menariknya lagi, Tim KKN-T 152 dari Universitas Diponegoro (UNDIP) juga turun tangan langsung buat ikut mengedukasi warga soal pencegahan DBD.

Kegiatan edukasi dan aksi nyata itu digelar pada Minggu, 1 Juni 2025, di Balai Desa Mijen. Tim KKN UNDIP nggak cuma ngasih materi penyuluhan, tapi juga ngajarin langsung cara bikin ovitrap alias jebakan nyamuk dari barang-barang bekas yang gampang ditemuin di sekitar rumah. Simpel, murah, tapi efektif banget!

Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk AedesCegah DBD dengan Ovitrap (Z Creators/Devi Ariyanti)

Warga Desa Mijen pun antusias. Banyak dari mereka yang baru tahu soal ovitrap dan cara kerjanya. Bahkan, ada yang bilang ini pengalaman pertama mereka dapet edukasi praktis kayak gini. Reaksi positif dari warga ini jadi bukti kalau edukasi langsung ke masyarakat emang penting banget.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan warga, harapannya sih kesadaran soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan makin meningkat. Kalau semua kompak, bukan nggak mungkin angka kasus DBD di Desa Mijen bisa terus turun, bahkan nol kasus.

Baca Juga: Inovasi Mahasiswa UNDIP, Spray Anti Nyamuk Alami untuk Pesantren Bebas DBD

So, buat kalian yang tinggal di daerah rawan DBD, jangan nunggu fogging. Yuk mulai dari hal kecil: buang air menggenang, rawat kebersihan lingkungan, dan bisa banget coba bikin ovitrap sendiri di rumah. Sekali lagi, lawan nyamuk itu tanggung jawab bareng-bareng, bukan cuma tugas pemerintah.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Nasional

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk Aedes

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!