Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 08 JULI 2025 • 12:33 WIB

Dari UI untuk Bangsa: 23 Startup Muda Lolos Inkubasi Hackathon UI 2025, Siap Jadi Solusi Konkret buat Masyarakat

Dari UI untuk Bangsa: 23 Startup Muda Lolos Inkubasi Hackathon UI 2025, Siap Jadi Solusi Konkret buat MasyarakatPerwakilan 23 Startup muda berfoto bersama (ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Komunitas riset di Indonesia makin masif buat mengadakan berbagai ide risetnya jadi solusi yang konkret. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Fauzan Adzimansyah menegaskan kalau riset gak cuma berhenti di laboratorium saja. 

“Ide tetap lebih dulu. Maka, penting bagi universitas untuk menjaga komunitas ide, agar riset tidak hanya berhenti di laboratorium, namun terus bergerak menjadi solusi nyata,” katanya dalam rangkaian Hackathon UI Incubate 2025.

Baca juga: Magang Berdampak Gantikan MSIB: Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya!

Adanya kegiatan Hackathon bisa jadi satu proses yang baik dalam pengembangan riset. Inilah yang menjadi penekanan baginya, termasuk terus memperkuat peran kampus sebagai motor inovasi riset bangsa.

Hackathon UI merupakan ajang tahunan yang dibuat untuk mengembangkan startup berbasis riset. Tahun ini, total 23 tim startup muda terpilih buat melanjutkan tahap inkubasi. Sebelumnya, tim yang lolos mengikuti beberapa rangkaian seleksi, mulai dari pembekalan materi, sesi hackathon, hingga presentasi ide dan prototipe. 

Baca juga: Prospek Cerah di Industri Kreatif, Kenapa Mahasiswa Perlu Melirik Profesi Concept Artist?

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Dr. Hamdi Muluk bilang kalau sinergi dan kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk dilakukan dalam berinovasi.

Ia juga berharap kalau 23 yang lolos bisa berguna dan bermanfaat, serta solusi konkret di masyarakat. 

“Hackathon UI Incubate 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi titik temu antara riset akademik dan kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin para inovator muda yang terpilih dapat menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi bisa melahirkan karya yang relevan, berdampak, dan mampu menjawab tantangan bangsa,” ujarnya.

Baca juga: Universitas Negeri Malang Luncurkan AirUM, Sulap Air Hujan Jadi Air Layak Minum

Terbagi Dua Kategori Pendanaan

Seluruh tim yang lolos hingga tahap inkubasi bakal dapat pendanaan dari UI. Pembagian dana terbagi jadi dua kategori, yaitu Problem Solusi-Fit dan (PSF) dan Problem Market-Fit (PMF).

Tim yang lolos ke tahap PSF bakal dapat pendanaan sebesar Rp50 juta, sedangkan tim kategori PMF bakal dapat pendanaan sebesar Rp100 juta. 

Salah satu startup yang terpilih ke tahap inkubasi adalah Temani. Startup ini mengembangkan Eye Chat, sebuah fitur teks dan suara yang bisa bantu psikolog buat asesmen awal. Ide ini lahir dari adanya kebutuhan buat mempermudah asesmen awal, tapi rahasia klien tetap terjaga. 

Baca juga: Gak Bikin Ribet, Mahasiswa Doktoral ITS Kembangkan Game Buat Literasi Keuangan yang Mudah dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ui.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari UI untuk Bangsa: 23 Startup Muda Lolos Inkubasi Hackathon UI 2025, Siap Jadi Solusi Konkret buat Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!