Mahasiswa UNDIP ciptakan SIKOMAT (Sistem Kontrol Kelembaban Tanah)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro berhasil menciptakan sistem “SIKOMAT” (Sistem Kontrol Kelembaban Tanah) guna mempermudah aktivitas para warga Dusun Kaliajeng, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan penyiraman tanaman yang efisien dan terjadwal, serta menjadi fokus utama pemberdayaan remaja Karang Taruna setempat dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian sederhana.
Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026, sistem ini dikembangkan tidak hanya sebagai bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan keterlibatan aktif pemuda Dusun Kaliajeng. Para anggota Karang Taruna dilibatkan langsung dalam proses perancangan, perakitan, hingga pengoperasian alat penyiram otomatis ini, sehingga mereka mampu memahami teknologi sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bertani sehari-hari.
Menjawab permasalahan tersebut, Arsyan Nur Fakhri, mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Elektro Universitas Diponegoro, berinisiatif merancang dan mengembangkan sistem penyiraman otomatis bernama SIKOMAT (Sistem Kontrol Kelembaban Tanah). Bersama Tim II KKN Universitas Diponegoro Dusun Kaliajeng, Arsyan membangun sistem ini mulai dari tahap perancangan hingga pengujian di lapangan.
Baca juga: Waspada DBD! Mahasiswa UNDIP dan Warga Mijen Kompak Lawan Nyamuk Aedes
Sistem SIKOMAT terdiri dari dua komponen utama. Pertama, panel kontrol dengan box X6 yang berfungsi sebagai wadah semua komponen elektronik dan sistem pengkabelan (wiring). Di dalamnya terdapat mikrokontroler ESP yang telah diprogram untuk mengaktifkan penyiraman selama 7 detik, kemudian melakukan delay selama 1 menit untuk mendeteksi apakah penyiraman sudah cukup atau perlu dilanjutkan. Logika ini memungkinkan sistem bekerja secara efisien dan tidak boros air.
Kedua, sistem penyaluran air menggunakan pompa mini 12 Volt, yang mengalirkan air langsung melalui selang menuju tanaman secara terpusat dan terarah. Sistem ini dirancang agar sederhana, hemat energi, dan tetap efektif dalam mendistribusikan air secara merata ke akar tanaman tanpa perlu menggunakan mist nozzle atau penyemprot kabut.
Mahasiswa UNDIP menjelaskan cara kerja SIKOMAT
Selain itu, sistem SIKOMAT juga dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah (soil moisture sensor). Sensor ini membaca kadar kelembaban media tanam, dan ketika terdeteksi bahwa tanah dalam kondisi kering, sistem akan mengaktifkan penyiraman secara otomatis. Penyiraman akan terus berlangsung dalam siklus yang sudah diatur sampai sensor mendeteksi bahwa kelembaban sudah berada di tingkat optimal.
Sistem ini telah diuji selama tiga hari berturut-turut dan menunjukkan hasil yang stabil serta akurat. Keberhasilan implementasi SIKOMAT mendapat tanggapan positif dari warga setempat. Abdul Aziz, Ketua Dusun Kaliajeng, mengaku bangga dengan inovasi yang dibuat oleh Tim II KKN Universitas Diponegoro ini. Ia berharap, SIKOMAT bisa terus bermanfaat bagi petani dalam memantau kesuburan tanaman di lahan mereka.
“Saya harap, alat ini terus berguna dan membantu bapak-ibu Dusun Kaliajeng dalam memantau tanaman yang telah dioptimalisasi dengan sistem penyiraman otomatis ini,” ujarnya.
Baca juga: Desa Daleman Lawan Darurat Sampah, Mahasiswa UNDIP Dorong Warga Jadi Pejuang 3R
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Dusun Kaliajeng, Slamet. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan para pemuda dalam proyek sistem penyiraman otomatis ini memberikan pengalaman baru sekaligus membangkitkan semangat kreativitas di bidang teknologi pertanian.
“Harapannya, ke depan anak-anak muda di Dusun Kaliajeng tidak hanya bisa bertani, tapi juga bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaan sehari-hari, serta mempelajari buku panduan pembuatan alat otomatis ini,” ujar Slamet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung