Peragaan busana Gebyar Dies Natalis ke-66 ITB (itb.ac.id)
INDOZONE.ID - Pemandangan tak biasa terlihat di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bukan mahasiswa, tapi para dosen yang justru tampil percaya diri berjalan di atas catwalk. Momen unik ini tak hanya menarik perhatian di lingkungan kampus, tapi juga di media sosial.
Dalam rangkaian acara Gebyar Dies Natalis ke-66 ITB, runway peragaan busana memang digelar sedikit berbeda.
Para dosen, mulai dari dekan, wakil rektor, hingga perwakilan unit kerja ITB, tampil sebagai model dadakan. Penampilan mereka di atas panggung sukses mencuri perhatian dan membawa suasana baru di tengah acara kampus.
Salah satu yang membagikan keseruan ini adalah John Martono, S.Sn., M.Sn., perancang busana sekaligus dosen Program Studi Kriya Tekstil FSRD ITB.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah KRAI 2025, ITB Wadahi Seleksi untuk Tembus Final ABU Robocon di Mongolia
Dalam unggahan videonya di Instagram @johnmartono, tampak para dosen tampil santai namun tetap percaya diri membawakan busana unik dengan sentuhan tradisional dan modern.
Suasana persiapan peragaan busana (Instagram/@johnmartono)
Fashion show ini pun jadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian di tengah kemeriahan Gebyar Dies Natalis ITB yang berlangsung di Saraga dan Sabuga, Sabtu, 12 Juli 2025.
Tak hanya sekadar hiburan perayaan untuk ITB, peragaan busana ini juga menjadi simbol kebersamaan antar sivitas akademika.
Dengan mengenakan kain batik, kebaya modern, hingga busana kasual, para dosen tampil anggun di atas panggung. Bak model sungguhan, para dosen berjalan dengan teknik catwalk.
Baca juga: Gokil! Satu Keluarga Kompak Kuliah di Satu Kampus: Dari Ayah-Ibu, Anak hingga Menantu Lulusan ITB
Kehadiran mereka sebagai model dadakan seolah menunjukkan sisi lain dari dunia akademik yang biasanya kaku, menjadi lebih hangat dan penuh tawa, membaur dengan suasana perayaan.
“Gebyar Dies bukan hanya sebuah perayaan. Ini adalah momen silaturahmi yang mengikat kita dalam satu rasa, yakni rasa memiliki dan rasa ingin menjaga. Semangat gotong royong, kekeluargaan, dan rekatan sosial adalah modal sosial yang sangat berharga bagi kita semua dalam menapaki masa depan,” ujar Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id, Instagram/@johnmartono